• 1,8 Juta Orang Di Jabar Nganggur.

  • Berita  
  • 40 view  
  • 0 comments
  • Bandung BEDAnews.com

    Ada yang ironi dalam naiknya angka pertumbuhan ekonomi dan penghargaan 6 kali WTP laporan keuangan Pemdanya  serta ratusan penghargaan bagi Gubernurnya di Jawa Barat ternyata semua hal  tersebut juga berbanding searah  dengan angka penganggurannya, saat ini di jawa barat tercatat ada sekitar 1,87 juta orang jabar yang nganggur.

    Wakil Ketua Badan Anggaran DPRD Jawa Barat, Haris Yuliana menyebutkan, ada sekitar 1,87 juta jiwa dari total angkatan kerja sekitar 21,07 juta yang saat ini dalam posisi tidak memiliki pekerjaan.

    “Jumlah pengangguran di Jabar ini disebabkan oleh jumlah angkatan atau pencari kerja yang tidak diikuti dengan perluasan kesempatan kerja.serta  raihan pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang memuaskan, ternyata tidak diikuti dengan capaian yang menggembirakan dari sisi ketenagakerjaan.” Ujarnya.

    Diungkapkan Politisi PKS ini,  jumlah angkatan kerja pada 2015 mengalami penurunan dari 19,23 menjadi 18,79 jiwa, demikian juga jumlah penduduk yang bekerja mengalami perkembangan yang fluktuatif, sedangkan pada tahun  2016,dari jumlah angkatan kerja sekitar 21,07 juta  yang terserap di bursa kerja baru 19,2 juta jiwa, berarti ada 1,87 juta jiwa yang menganggur, dan angka tersebut masih stagnan atau masih tetap diangka yang sama  di 2017 ini.

    Kondisi ini mengakibatkan pengangguran selama 3 tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Bahkan, pada 2015 jumlah pengangguran meningkat sebesar 19 ribu jiwa, dan di 2016 justru meningkat sebesar 78 ribu.

    Haris yang berangkat dari daerah pemilihan Kab. Bandung dan Bandung Barat ini juga menambahkan, jumlah pengangguran di Jabar ini disebabkan oleh jumlah angkatan kerja yang tidak diikuti dengan perluasan kesempatan kerja, serta  angkatan kerja yang tersedia pun tidak dapat memenuhi kualifikasi dunia kerja, ini biasanya berkaitan dengan pendidikan, pengalaman, ataupun perkembangan teknologi tinggi yang tidak diimbangi oleh keterampilan dari para pencari kerja.

    Selain itu laju pertumbuhan penduduk di Jabar yang cukup tinggi akibat migrasi dari luar provinsi yang tinggi juga memicu tingginya angka pengangguran di Jabar, serta  yang tidak kalah pentingnya adalah banyaknya angka pemutusan hubungan kerja yang disebabkan beberapa perusahaan tutup akibat krisis keuangan.

    Dari data yang diungkapkannya, ternyata jumlah pengangguran terbanyak adalah lulusan SMK  yang mencapai angka hingga 16 persen, SMA 11,4 persen SMP 10,52 persen, Diploma 8,26 persen, SD 5,8 persen.

    Sedangkan,untuk  kualitas tenaga kerja sebagian besar didominasi oleh tenaga kerja dengan pendidikan SD sebanyak 7,97 juta jiwa,  Diploma dan Sarjana hanya 2,57 juta jiwa 31,2 persen, dan sisanya berpendidikan SMP, SMA dan SMK sebesar 27,6 persen.

    “Data tersebut menunjukkan bahwa lapangan pekerjaan yang cukup tersedia dan mudah dimasuki adalah lapangan pekerjaan dengan keterampilan rendah. Sedangkan untuk pekerjaan yang membutuhkan keterampilan tinggi masih sedikit di Jabar,” Ujarnya.@86

    Comments

    Nama  
    Email  
    Komentar  
    Komentar Anda akan muncul setelah disetujui oleh Admin
  • web design by javwebnet