• Banjir Lumpur Di Pamokolan Diduga Akibat Pekerjaan Ilegal Dan Serampangan Yayasan Bakti Hidayatulmubtadi

  • Berita  
  • 231 view  
  • 0 comments
  • Ciamis, BEDAnews

    Empat  hari berturut-turut  warga dua dusun di Desa Pamokolan Kecamatan Ciahaurbeti merasa terancam keselamatan harta dan jiwa lantaran di saat intensitas hujan tinggi terjadi melanda lebih kampung dihuni lebih 500 KK ini dilanda banjir lumpur dan batu material galian di atasnya. Puncak keresahan Jumat malam (23/2/2018) puluhan warga mendatangi Kantor Kecamatan usai dilanda banjir dahsyat siang harinya. 

    Kades Pamokolan, Aon Nurhakim Sabtu (24/2/2018) kepada BEDAnews.com melalui sambungan Phonsell membenarkan warganya telah bertemu dengan pihak yayasan difasilitasi oleh unsur muspika, “Benar tadi malam ada mediasi, Sesuai keterangan dari Yayasan katanya itu untuk pesantren dan sekolah” kata Aon.

    Ia mengatakan pula kegiatan perataan tanah di  Lamping Bukit Awi Temen telah berlangsung berbulan-bulan itu tidak ada sosialosai kepada pemerintahan desa, lingkungan, dan masyarakat. Dugaan pelaksanaan pekerjaan gegabah pihak yayasan di benarkan pula, ianya  mengatakan  telah di tegur dan di peringatkan oleh berbagai fihak yang intens dan mengerti masalah itu namun sepertinya tidak diterima “Tadi malam ditanya yang hadir diantaranya dari relawan hulu sungai citanduy” kata Aon.

    Pihak Yayasan  menggali dan meratakan tanah untuk poesantren dan sekolah berdampak kepada masyarakat yang berada di bawah bukit tersebut, “Masyarakat ingin penyelesaian dari dampak dan  tidak menuntut macam-macam  hanya kepada perlindungan keamanan” ujar Kades Pamokolan.

    Hari ini sesuai dengan kesepakatan yakni ada kesiapan pihak yayasan yang siap merehabilitai agar tidak berdampak laagi “Hari ini secara bergotong royong warga  membersihkan lumpur batu material galian tanah, warga kami yang terdampak lebih  500 KK di dua dusun” kata Aon

    Kapolsek Cihaurbeuti, Ipin Tasripin SH   yang konon tadi malam sempat nyemprot bawahannya membenarkan telah ada musyawarah, “Membuka lahan bangunan tidak ada kordinasi sama pihak pemerintah, saya juga tahu tahu sudah terjadi masalah” ujarnya singkat.

    Mediasi  difasiltasi Camat, Kapolsek, Danramil, hadiri Kepala UPTD Puskesmas Cihaurbeuti, Kades Pamokolan,  Pemilik Tanah yang dipakai Yayasan atawa pihak yayasan bersama Warga  terdampak dari Dusun Pamokolan dan Kersamenak membuahkan kesepakatan dengan surat kesepakatan  ditandatangani  pembina Yayasan Bakti Hidayatulmubtadi berisi:

    *  akan bertanggung jawab penuh atas segala dampak yang terjadi dari proyek pembangunan yayasan tersebut dalam waktu yang tidak ditentukan,

    *  dalam waktu dekat akan memperbaiki kerusakan dalam membuat beronjong batu untuk penahan tanah di lokasi proyek sesuai kajian theknis lapangan, dengan standar kontruksi dan keamanan seluas tanah/lahan di lokasi proyek,

    *  akan mengganti kerusakan jalan yang dilewati kendaraan akibat pendistribusian bahan material pembuatan beronjong tersebut,

    *  akan membuat  TPT sepanjang lokasi peroyek sesuai setandar kontruksi dan keamanan,

    *  serta penghijauan akan dilaksanakan dengan menanami kembali lokasi peroyek/lahan tersebut apabila proyek pembangunan ini tidak mendapatkan izin dari pemerintah.

    Sampai berita ini di buat pihak Yayasan Bakti Hidayatulmubtadi, maupun Camat Cihaurbeuti belum bisa dikonvirmasi. (abraham)

     

    Comments

    Nama  
    Email  
    Komentar  
    Komentar Anda akan muncul setelah disetujui oleh Admin
  • web design by javwebnet