• Bayi Meninggal Diperjalanan, Bunda Kecewa RSUD Ciamis Tidak Berikan Perhatian Serius

  • Berita  
  • 120 view  
  • 0 comments
  • Ciamis,BEDAnews

    Muhammad Askar  Bayi usia dua hari anak pasanagan Uus Usman Hidayat- Enok Siti Nurwahidah warga Dusun Sukamanah Rt 04/09 Desa Sukawening Cipaku  meregang nyawa di perjalanan menuju RSUD Sukarjo Tasikmalaya lantaran diuduga ditolak RSUD Ciamis yang katanya  tidak mendapatkan perhatian serius dan kamar penuh.  Sang Bunda menerangkan,  jumat (13/4/2018) ia melahirkan secara normal di RSUD  Ciamis sekira pkl 9.00 wib dan diperbolehkan pulang esok harinya namun jelang Maghrib kondisi bayi mulai memburuk, panas kejang-kejang dan langsung dilarikan ke RS Permata Bunda.

    Karena keterbatasan alat, dan kondisi bayi semakin keritis maka disarankan ke RSUD Ciamis, dan mendapat penolakan yang katanya kamar penuh.  Perjuangan orang tua dalam menyelamatkan sang bayi tercinta tidak berhenti disitu lalu membawa ke RSUD Sukarjo Tasikmalaya,  namun malang tak dapat ditolak perjuangan pun berakhir duka ketika pihak RSUD Sukarjo mengatakan Bayi laki-lakinya meninggal dunia selama di perjalanan.

    Ditemui awak media di rumahnya seperti di lansir Buletin Indonesia News, rabu (18/4/2018) Enok yang selama ini mengidamkan anak laki-laki mengatakan merasa sangat kecewa terhadap pelayanan RsUD Ciamis ketika bayinya dalam kondisi sangat keritis tidak mendapatkan perhatian serius.

    Sementara itu, Kabid Pelayanan RSUD Ciamis, Drg Asep Kemal saat di hubungi BEDAnews.com  via  phonsell berujar “Sesuai hasil pulbaket dilapangan ada peroses kelahiran normal Ibu Enok beberapa hari yang lalu dengan asumsi saat itu tidak ada apa-apa maka esoknya diperbolehkan pulang , hari sabtu malam itu katanya bayinya dibawa ke RS Permarta Bunda dulu dan diperiksa (penaganan awal), dinyatakan harus dirawat di ruang NICU penuh (Neonatus Intensive Care Unit) karena tidak ada NICU maka disarankan ke RSUD Ciamis” kata Asep Kemal,  kemudian dari perujuk menelpon harus dirujuk ke RSUD Ciamis dan dijawab oleh petugas kami kebetulan existing ruang NICU dan Bidan Jaga waktu itu sedang menangani pasien gawat darurat.

    Entah bagai mana pasien dan pengantarnya tetap datang ke RSUD Ciamis terang Asep Kemal, mungkin untuk memastikan penuh atau tidak. ”Ketika datang konvirmasi lagi, ya terus dilakukan pengecekan tetep di ruang NICU lagi penuh. Kami hanya lintasan” katanya, sebetulnya kalau sudah dinyatakan penuh di RSUD Ciamis maka si perujuk memastikan lagi di RS mana yang NICUnya kosong  “Idealnya begitu, mencari lagi alternatif RS mana yang bisa menampung karena itu dinyatakan gawat seharusnya tidak membuang waktu, tapi mungkin ini mun ceuk bahasa sunda mah mamanawianan  ada yang kosong mampir heula, tetep penuh. Entah terjadi miskomunikasi apa langsung balik kanan dan berangkat ke Tasik” pungkas Kabid Pelayanan RSUD Ciamis. (abraham

    Comments

    Nama  
    Email  
    Komentar  
    Komentar Anda akan muncul setelah disetujui oleh Admin
  • web design by javwebnet