• Berantas Mafia Pangan, Puluhan Perusahaan Masuk Daftar Hitam

  • Berita  
  • 47 view  
  • 0 comments
  • Bandung. BEDAnews.com

    Satuan Tugas Pangan berhasil mengungkap 782 kasus dengan jumlah tersangka 409. Dari pengungkapan tersebut, 21 perusahaan atau industri masuk ke dalam daftar hitam Kementerian Pertanian.

    "Tidak ada ruang bagi mafia-mafia pangan yang ingin mempermainkan nasib rakyat kecil. Mau itu mafia beras, mau itu mafia jagung atau apapun, kami tidak ada kompromi," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, usai menyampaikan hasil kerja sama Kementerian Pertanian-TNI dalam mewujudkan ketahanan pangan, di Gedung Graha Yudha Wastu Pramuka, Pusat Persenjataan Infanteri Kodiklat AD, Selasa (27/11).   

    Menurut Amran, saat ini angka inflasi pangan sudah menurun. Amran menyebut, inflasi pangan pada 2014 sebesar 10,5 persen, dan di 2017 menjadi 1,26 persen. Sementara, angka inflasi secara nasional di 2017 sebesar 3,61 persen.

    "Dengan inflasi ini, harga-harga bahan kebutuhan pokok di bulan Ramadan selama 3 tahun ini stabil. Tetapi yang menarik adalah kesejahteraan petani meningkat, ini tidak bisa dibantah oleh siapapun," ujarnya.

    Di sisi lain, Amran juga menjamin ketersediaan bahan pokok hingga akhir tahun tetap aman. Bahkan, pihaknya sudah menyewa gudang guna menyimpan stok barang kebutuhan pokok masyarakat tersebut.

    "Stok aman, kita sangat aman, bahkan sudah sewa gudang, dan Januari sudah mulai panen," tandasnya. [lanie]

    Comments

    Nama  
    Email  
    Komentar  
    Komentar Anda akan muncul setelah disetujui oleh Admin
  • web design by javwebnet