• Dana Desa Diduga Syarat Peraktek Korupsi, Aparat Desa Tanjungsukur Dilaporkan Ke Kejari Ciamis

  • Berita  
  • 0 comments
  • Ciamis,BEDAnews

    Pelaksanan Kegiatan Rabat Beton Jalan Dusun Cicungging  dengan volume 380 m X 2,5 m sumber dana APBN / Dana Desa Tahun Anggaran 2018 Termin III Rp 131.601.000,-  berlokasi di Dusun Cicungging yang dilaksanakan swakekola oleh PPK Desa Tanjungsukur Kecamatan Rajadesa dilaporkan dan diadukan warga Dusun Cicungging ke Kejaksaan Negri (Kejari) Ciamis karena diduga terjadi terjadi peraktek  tidak pidana korupsi.

    Sebut saja Mamang (warga Dusun Cicungging, nama di inisialkan) mendatangi Kantor Kejari Ciamis, kamis (4/1/2018)  dengan menyerahkan Surat pengaduan laporan indikasi penyelewengan anggaran Dana Desa termen III TA 2018  dengan dilampir bukti permulaan yaitu: Lembar rincian yang diparaf dan disetempel PPK yang dinilai ganjil tentang biaya upah yang sejatinya dikerjakan sewadaya masyarakat tanpa upah kecuali operator mesin molen, potongan pajak mencapai 20%, analisa atawa perhitungan masyarakat, serta poto-poto papan proyek lainnya bersumber pendanaan Dana Desa diduga syarat praktek korupsi yakni: Proyek Rabat beton Jalan Kembang Dusun Karoya, Rabat Beton Jalan Cimanggu Dusun Karoya, Rabat Beton Jalan Nunggal Dusun Nunggal, TPT Al-Istikomah Dusun Cicungging, TPT Lapang Sepakbola Dusun Cileueur.

    Kepada BEDAnews.com usai melapor, Mamang memperlihatkan  Surat tanda terima laporan pengaduan dari Dusun Cicungging Rt 01/05 Desa Tanjungsukur Kecamatan Rajadesa bersetempel dan  ditandatangani  setaf TU Kajari Ciamis berpangkat Wira Muda TU, juga mengatakan maksud tujuan kedatangannya itu adalah untuk mengadukan atawa melaporkan Aparatur Desa Tanjungsukur yang ujarnya nanti sejalan pengusutan oleh Kejari mungkin akan mengerucut ke seseorang.

    “Habis pelaksanaan kegiatan Rabat Beton Jalan Dusun Cicungging  masyarakat berhitung ternyata menghabiskan lebih kurang dana Rp 68.450.000,-  sementara dipapan proyek tertulis anggaran Rp 131.601.000,-“ kata Mamang menceritakan kronologis sebelum pelaporan.

    4 orang warga mendatangi Kantor Desa dan bertemu Sekdes yang menjadi PJS Kades dan Ekbang, menanyakan beres belum kegiatan tersebut dan memperlihatkan hasil hitungan pembelanjaan yang di analisa masyarakat yang diduga dari nilai anggaran hanya dibelanjakan sesuai peruntukannya sebagian saja “Pak PJS Kades malah balik bertanya sudah apa belum? lalu menyatakan sudah, karena kan targetnya cuman sebatas pengecoran” kisahnya, mereka memohon catatan rincian penggunaan belanjanya karena masyarakat menghendaki teranfaransi dari  Rp 131.601.000,- maka, PJS Kades menjanjikan akan diberikan beberapa hari kedepan.

    “waktu itu PJS Kades buka-bukaan. Di desa ada pembangunan Balaidesa dananya kurang, terus ada PBB macet katanya, nah diambilah uangnya dari situ, jadi dipakai bayar PBB dan penyelesaian pembangunan Balaidesa” kata Mamang. Namun berselang beberapa hari, Pak Kadus mendatangi rumah salah satu warga yang datang ke Kantor Desa dan memberikan uang sekitar Rp 20 Juta yang katanya dari Pak Kades buat keempat orang yang datang ke Kantor. Kemudian hari, uang itu dikembalikan ke Kadus karena ujar Mamang tidak jelas redaksinya (peruntukan, dan uang apa).

    Dengan pelaporan itu, Mamang berharap Aparat Penegak Hukum dalam hal ini Kejari Ciamis agar segera mengusut tuntas dugaan korupsi yang diyakininya syarat mark-up yang dilakukan oleh Aparat Pemdes Tanjungsukur. (abraham)

     

    Comments

    Nama  
    Email  
    Komentar  
    Komentar Anda akan muncul setelah disetujui oleh Admin
  • web design by javwebnet