• Debat Cawapres, Ini Kata Pengamat Ekonomi

  • Berita  
  • 0 comments
  • Bandung, BEDAnews

    Debat Pemilihan Presiden 2019 yang ketiga akan digelar Minggu (17/3) mendatang. Rencananya, acara dalam debat kali ini akan menghadirkan Calon Wakil Presiden Joko Widodo (Jokowi) KH Maruf Amin dan Prabowo Subianto, Sandiaga Uno.

    Tema yang diangkat dalam debat ketiga Pilpres 2019 ini adalah pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, sosial, dan budaya.

    Praktisi ekonomoi Institut Teknologi Bandung (ITB) Anggoro B Nugroho mengungkapkan pada debat ketiga ini tentunya masing-masing cawapres telah menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya.

    "Pada debat kedua lalu, capres pasangan 01 Joko Widodo sangat konsisten dengan kebijakannya yakni meningkatkan nasionalisme ekonomi apalagi modal utama yang dibaca pelaku ekonomi, baik investor maupun pasar adalah pernah menjadi pengusaha, politisi, walikota, gubernur dan presiden. Tentunya cawapres 01 KH Ma uf Amin harus mampu menguatkan hal tersebut," kata Anggoro dalam keterangan tertulisnya, Selasa(6/3).

    Anggoro menuturkan KH Maruf Amin adalah ulama besar yang mengerti ekonomi syariah. Hal ini, kata dia, selaras dengan program Jokowi yang memiliiki rekam jejak pengendalian inflasi bagus, komitmen terhadap paket-paket investasi dan ekspansi APBN maupun infrastruktur.

    "Pasar menunggu perkembangan arah kebijakan perpajakan mengingat tantangan peningkatan tax ratio dan realisasi hasil program tax amnesty yang dijalankan. Beberapa kelebihan dalam visi misi Jokowi yakni pertumbuhan PDB meningkat ke 5,2, kepercayaan terhadap surat utang masih baik, tax amnesty, inflasi terpelihara, ekspektasi infrastruktur terpenuhi; afirmasi publik dalam survey kepercayaan publik terhadap pemerintah 2017 tinggi.

     Tentunya ini berpengaruh pada bidang ketenagakerjaan," paparnya.

    Sementara untuk kubu O2, cawapres Sandiaga Uno tentunya harus memaparkan visi misi yang spesifik. Hal ini kata Anggoro lantaran sikap capres Prabowo terkait keterbukaan terhadap asing, soal sikap terhadap Panama dan paradise papers ditunggu.

    "Pernyataan-pernyataan Prabowo yang kontroversial, seperti pernyataan beliau yang menyamakan ekonomi Indonesia dengan Rwanda, Haiti, bisa mengurangi daya saing nasional dan persepsi investor. Sandiaga harus dapat menetralisir hal ini. Apalagi kemudian viral soal unicorn," ungkapnya.

    Ia menambahkan, bidang ketenagakerjaan tentunya berkaitan dengan masalah ekonomi. Pada depat capres kedua, visi misi Prabowo soal ekonomi masih sulit dibaca, belum spesifik.
     
    "Namun ada kebaikan dalam hal penguatan ke dalam, yaitu cita-cita mengurangi ketimpangan dan kebocoran kekayaan nasional. Walaupun integritas dan konsistensi masih diuji oleh publik.

     PR besar justru ada pada daya saing, di tengah memulihnya pertumbuhan ekonomi ke level 5,2%. Dibutuhkan peta jalan sangat panjang untuk hilirisasi industri yg bernilai tambah agar dapat mendongkrak ekspor. Sebab defisit transaksi berjalan belum kunjung pulih lestari sejak era presiden SBY," tandasnya. [mae]













     

    Comments

    Nama  
    Email  
    Komentar  
    Komentar Anda akan muncul setelah disetujui oleh Admin
  • web design by javwebnet