• Dewan Jabar Minta Full Day School Bersinergi Dengan Madrasah

  • Berita  
  • 134 view  
  • 0 comments
  • Bandung BEDAnews.com

    Kebijakan Kementerian Pendidikan yang  mencanangkan untuk menerapkan "full day school" atau penerapan  lima hari sekolah  pada tahun ajaran baru 2017-2018 yang akan mulai pada bulan Juli ini, diharapkan  untuk bersinergi dengan pendidikan agama atau Madrasah Diniyah,  bukan malah mematikan Madrasah Diniyah yang kegiatan nya dilaksanakan usai sekolah umum.

    Harapan ini disampaikan Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa barat H. Yomanius Untung kepada Wartawan di Bandung. Senin. (19/6).

    Kami berharap kebijakan `full day school` ini tidak menghilangkan kesempatan anak untuk sekolah di madrasahnya diniyah. Seharusnya `full day school` dengan Madin atau Madrasah Diniyah bisa bersinergi,".Ujar Untung

    Politisi Partai Golkar Jabar ini, lebih jauh mengatakan  Madrasah Diniyah seharusnya dijadikan mitra Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam penerapan P2K atau pengembangan pendidikan karakter.

    Untung menilai Secara umum konsep kebijakan "full day school" ini sudah bagus terutama terkait dengan kewajiban jam mengajar seorang guru di dalam kelas.  kewajiban mengajar seorang guru sebanyak 40 jam dalam sepekan bisa dengan mudah dicapai dengan adanya kebijakan `full day school` ini.

    Diungkapkannya, informasi terakhir Kemendikbud saat ini sedang berkoordinasi dengan Kemenag agar Madrasah Diniyah ini masuk dalam poin `full day school` ini dan tentunya kami menyambut baik usulan ini.ungkapnya@

    Comments

    Nama  
    Email  
    Komentar  
    Komentar Anda akan muncul setelah disetujui oleh Admin
  • web design by javwebnet