• Fisip UNIGAL Ekspos Kajian Destinasi Curug Salosin Desa wisata berbasis kearifan lokal

  • Berita  
  • 44 view  
  • 0 comments
  • Ciamis,BEDAnews

     

    Hasil penelitian atawa kajian selama sebulan Tim Laboratorium Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Galuh (Fisip UNIGAL) dengan judul Kajian Setrategi Pengelolaan Obyek Wisata Curug Salosin jumat kemarin di ekspos dan di berikan kepada Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPEDA) Kabupaten Ciamis untuk menjadi bahan Pemda Ciamis menentukan arah pengembangan Desa Wisata Sukahurip Cihaurbeuti.

    Kepala Laboratorium Fisip  yang memimpin kajian pengembangan Pengelolaan Sumber Daya Alam di Kabupaten Ciamis, Asep Nurwanda usai meyampaikan eksposnya mengatakan Tim dalam hal ini menganggap ikhwal pengembangan desa wisata tidak terpisahkan dengan Fisip UNIGAL dengan bidang sosialnya “Fisip tertarik hingga mebuat setrategi kajian pengembangan desa wisata khususnya Curug Salosin Desa Sukahurip” kata Asep, dengan penelitian kajian mendorong desa wisata berbasis kearifan lokal berdasar dampak, peluang, kekuatan, dan hambatan.

    Dalam kajiannya ditemukan diantaranya dengan hambatan “Hasil penelitian kita selama satu bulan ada  30%  masyarakat yag tidak setuju karena pemahaman mereka dengan Desa Wisata nantinya akan merusak ekosistem dan kelestarian alam, kita mendorong dan memberikan pemahaman Curug Salosin adalah objek wisata dengan mengedepankan kearifan lokal” tambah Asep Nurwanda.

    Kajian dengan target kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara memaksimalkan potensi alam dan orang yang dikatakan ada hambatannnya dari masyrakat sekitar dengan pencerahan semacam diberikan pemahaman  “Di buat cadar, ini dukungan dari masyarakat lokal penting untuk peningkatan, artinya diberikan pemahaman yang jelas sehimngga mereka wellcome” ujar Asep.

    Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Drs. H. Toto Marwoto, M.Pd merespon baik dan memberikan atensi keterlibatan Tim UNIGAL lantaran ujarnya membangun dan mengembangkan kepariwisataan dibutuhkan langkah upaya sinergi dari semua OPD karena tidak bisa oleh satu sektor “Curug Salosin dianggap layak untuk dijadikan destinasi wisata alam, kita melihat ada 3 aspek yang rencana dibangun yakni aspek alam, budaya, buatannya” ujarnya.

    Kalau dibuat tentunya tanpa mengurangi makna dari ramah lingkungan artinya kalau daerah konservasi tidak bisa diseting. “Orangkan ingin jalan-jalan, heaking ketempat yang masih pure, original kan ? tinggal rute-rutenya mana yang cocok hingga mereka bisa menikmati alam” kata Kadis Pariwisata.

    Lanjutnya, bicara budaya masyarakat dengan localwishdom yakni dengan sajian upacara adat, ragam atraksi kesenian, termasuk kuliner khas, pun lainnya yang harus dimunculkan sebagai  bentuk nilai jual destinasi “Melihat responsibility masyarakat yang sudah bagus tinggal bagai mana kita dalam hal ini pemerintah dengan peran fasilitasi tidak membunuh spirit yang ada di masyarakat, saya berkeyakinan kalau pariwisata dibangun oleh masyarakat akan sepektakuler daripada event dari kita satu kali lalu bubar kan tidsak ada orang, saya ingin masyarakat disana tampil” kata Toto Marwoto, ia menegasdkan kini kunjungan para wisatawan terutama lokal sudah banyak dan Dinas Pariwisata dengan industri pariwisatanya yang dari marketnya membangun genjotan aksebilitas yang bukan transportasi saja tetapi membangun dengan para Agen, PHRI, dan  pelaku dunia usaha pariwisata.   (abraham)

     

    Comments

    Nama  
    Email  
    Komentar  
    Komentar Anda akan muncul setelah disetujui oleh Admin
  • web design by javwebnet