• Grand Recruitment STP Bandung sukses menggaet lebih dari 5000 tenaga kerja

  • Berita  
  • 1954 view  
  • 0 comments
  • Bandung, BEDAnews,-

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu berkesempatan membuka secara langsung The 8th International Tourism & Hospitality Grand Recruitment 2014 di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung jalan Setiabudhi Bandung, Selasa, (13/5/2014). Acara ini diikuti 50 perusahaan dari dalam dan luar negeri, serta membuka 10.000 lowongan pekerjaan, baik di bidang perhotelan, Cruise Ship, Airline, Resort, Retail, Restaurant, dan lain-lain.

    Seusai membuka Grand Recruitment 2014, Menparekraf Mari Elka Pangestu juga memberikan pengarahan dalam Musyawarah Nasional Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia (Hildiktipari) yang memiliki 86 anggota Sekolah Tinggi Pariwisata se-Indonesia. “Lulusan Sekolah Tinggi Pariwisata harus bersertifikasi dan kompeten, karena satu dari sebelas pekerjaan di indonesia dan di dunia adalah sektor pariwisata,” papar Mari didampingi Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung Anang Sutono, dan Ketua Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia (Hildiktipari) Joko Sudibyo kepada media, Selasa (13/5).

    Mari menuturkan, Indonesia menyerap tenaga kerja di bidang pariwisata sebesar 10 persen. Selain itu, tambah Mari, sektor pariwisata menyumbang 4 persen perekonomian dan 8 persen Product Domestic Bruto Indonesia. “Saat ini di Indonesia terdapat 10,1 juta tenaga kerja yang bekerja di sektor pariwisata bahkan penyumbang devisa nomor empat di Indonesia. Perputaran uang sektor pariwisata setiap tahunnya di dalam negeri mencapai 175 triliun rupiah,” paparnya.

    Lebih lanjut Mari mengatakan bahwa kombinasi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sangat penting agar kedua sektor ini berkembang, seperti misalnya setelah film Laskar Pelangi diputar tingkat kunjungan ke Bangka-Belitung naik sebesar 1800 persen. Mengenai Grand Recruitment 2014 di STP Bandung, Mari mengatakan bahwa sebenarnya acara ini  diperuntukkan untuk lulusan STP Bandung saja. Namun seiring dengan dinamika dan perkembangan yang ada, akhirnya lulusan di luar STP Bandung boleh datang dan ikut melamar. “Pendidikan tinggi Pariwisata adalah pusat pengembangan SDM pariwisata yang berkualitas, Qualified, dan Certified, yang mampu mengantarkan anak bangsa bersaing di tingkat global, khususnya menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean 2015, ujarnya lagi.

    Sementara itu, Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung Anang Sutono berharap lebih banyak kaum difabel yang terserap di industri pariwisata, “Memang ada kriteria khusus untuk difabel yang bekerja di bidang pariwisata. Di Indonesia minimal 1 persen kaum difabel dapat bekerja di sektor pariwisata,  bahkan di luar negeri mencapai 7%, ‘ kata Anang. (Lanie)

     

    Comments

    Nama  
    Email  
    Komentar  
    Komentar Anda akan muncul setelah disetujui oleh Admin
  • web design by javwebnet