• Guru Bantu Daerah Terpencil Ngadu ke DPRD JABAR

  • Berita  
  • 128 view  
  • 0 comments
  •  Bandung BEDAnews.com

    Tujuh orang Guru Bantu Daerah Terpencil yang mewakili 354 guru bantu daerah terpencil lainnya se Jawa Barat yang  telah lebih dari setahun belum mendapatkan  haknya sebagai tenaga pengajar mendatangi Komisi V DPRD Provinsi jawa barat untuk  mengadukan nasibnya, mereka berharap SK GBDT mereka bisa terus diperpanjang, walau bupati tempatnya mengabdi sudah menyatakan daerahnya sudah tidak termasuk daerah terpencil, lagi.

    Mereka diterima oleh Sekretaris  Komisi V Tetep Abdullatif, didampingi, dr. ikhwan fauzi, M.Ks. KH. Habib Syarif Muhammad, serta Sahromi, sementara dari dinas Pendidikan Jabar hadir Kabid PTK dan Bina Paud Karyono. Di ruang rapat Komisi V Jl. Diponegoro 27 Bandung Selasa (12/3)   

    Halimah salah seorang GBDT dari Kab Bekasi menyatakan,keluhannya. "Setahun ini, hak kami sebagai GBDT belum dibayarkan bupati. Bupati beralasan, Kabupaten Bekasi sudah tidak lagi masuk dalam kawasan daerah terpencil," kata GBDT yang berasal dari Kabupaten Bandung itu.

    Lebih jauh dikatakan Halimah, Jumlah GBDT di Kabupaten Bekasi, ada tujuh orang, mereka semua sudah satu tahun ini belum mendapatkan haknya.

    "Ketika ditanyakan, bupati berkilah bahwa kabupaten Bekasi sudah bukan daerah terpencil lagi, Tidak hanya itu, Bupati Neneng juga menyarankan, Halimah dan rekan-rekannya untuk menuntut hak di Pemprov sebab mereka yang mengangkat Halimah.” Ujarnya.

    Sedangkan  rekan GBDT mereka  di kabupaten lain masih mendapatkan hak walau daerahnya sudah tidak termasuk kawasan terpencil lagi. 

    dr. Ikhwan Fauzi, M.kes anggota Komisi V DPRD Jawa Barat mengungkapkan,  sesuai data yang kami dapat,  anggaran untuk 7 GBDT Kabupaten Bekasi memang tidak diserap Bupati Neneng Hasanah.

    "Dari 16 Kabupaten se Jabar hanya dana GBDT Kabupaten Bekasi saja yang tidak diserap. Anggaran senilai. Anggaran untuk 7 GBDT tahun2017 yang tidak diserap itu nilainya Rp184.800.000," jelas Ihwan.

    Sementara Kabid PTK dan  Bina Paud disdik jabar, Karyono mengatakan, pihak Kabupaten Bekasi tidak mau mencairkan, dana GBDT karena di Kabupaten Bekasi sudah tidak ada daerah terpencil,  padahal, bantuan keuangan itu, diperuntukkan untuk GBDT, bukan untuk daerah.

    "Itu sesungguhnya, kebijakan gubernur untuk merangsang bagi guru-guru yang mau mengajar di daerah terpencil. Tetapi pembayarannya tetap harus lewat kas Kabupaten. Jadi tidak ada kaitannya, kalau disebutkan daerahnya sudah tidak termasuk daerah terpencil lagi.  Dan ada anggarannya," . jelas Karyono..@hermantz

    Comments

    Nama  
    Email  
    Komentar  
    Komentar Anda akan muncul setelah disetujui oleh Admin
  • web design by javwebnet