• Human Trafficking Di Jabar Karena Faktor Ekonomi

  • Berita  
  • 0 comments
  •  Bandung.BEDAnews.com

    Faktor ekonomi  menjadi salah satu penyebab utama terjadinya tindak pidana perdagangan orang (TPPO) atau Human Trafficking di Jawa Barat, faktor lain yang turut mendorong terjadinya hal ini adalah kurangnya pengetahuan para korban.

    Demikian dikatakan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kepada wartawan peliput di Gedung Sate pada acara Japri (jabar punya informasi) yang dihalaman Museum Gedung Sate. Jl Diponegoro 22 Bandung. Kamis (10/1).

    Dikatakan.  Kasus human trafficking tersebut terjadi karena faktor ekonomi. Selain itu, kurangnya pengetahuan para korban menjadi faktor lain terjadinya perdagangan orang.

    Kasus human trafficking kita lihat pertamanya ada iming-iming ekonomi. Tanpa diketahui bahwa mereka juga diperbudak secara seksual, sesuatu yang mengerikan dan mengkhawatirkan,” Kata Emil

    Menghadapi hal tersebut, Pemprov Jabar memperbaharui komitmen dan merapatkan jajarannya agar angka TPPO dapat ditekan dengan berbagai program Jabar Juara seperti Sekoper Cinta,Kredit Mesra, One Village One Company, Jabar Quick Response, Masagi, Bumdesa Juara, dan lain-lain.

    Selain itu, kolaborasi dengan berbagai pihak seperti aparat penegak hukum, Lembaga Perlindungan Anak, NGO, dan pihak lainnya yang dilakukan sebagai langkah sinergi pencegahan dan penanganan TPPO di Jabar.

    “Oleh karena itu, fundamentalnya yang pertama adalah kita pastikan ekonomi Jawa Barat ini menguat,” jelas Emil.

    Diharapkannya dengan desa kuat ekonomi kuat, tidak ada lagi ibu-ibu yang terpaksa jadi TKW. Tidak ada lagi anaknya yang terpaksa bekerja, tidak ada informasi, tidak ada kegiatan diiming-imingi, dibohongi, ditipu.

    Disamping itu Pemprov juga, mendorong keharmonisan dan ketahanan keluarga di Jawa Barat melalui berbagai program, salah satunya program Sekoper Cinta yang diluncurkan beberapa waktu lalu oleh Menteri Pemberdayaan Peremuan dan Perlindungan Anak RI.

     “Di dalamnya ada program penguatan ketahanan keluarga, keharmonisan keluarga, dan juga ekonomi. Jadi, hulunya kita lakukan pencegahan dan ujungnya kita sangat responsif,” imbuhnya.

    Turut Hadir dalam acara tersebut Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Barat Poppy Sophia Bakur.  Ketua Tim Penggerak PKK  Atlia Praratya Kamil, ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jabar.@(her)

    Comments

    Nama  
    Email  
    Komentar  
    Komentar Anda akan muncul setelah disetujui oleh Admin
  • web design by javwebnet