• ISPrO 2013, Empat Siswi Al Masoem Bersaing dengan Delegasi 24 Negara

  • Berita  
  • 345 view  
  • 0 comments
  • Jatinangor, BEDAnews

    Empat siswi SMA Al Ma’soem bersaing dengan 90 tim peneliti lingkungan dari 24 negara, dalam “The 1st International Science Project Olympiad (ISPrO) 2013” yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) bekerjasama dengan Pacific Countries Social and Economic Solidarity Association Indonesia (PSIAD), sejak 19 hingga 24 Mei 2013 di Jakarta.

    Keempat siswi cerdas ini, secara otomatis menjadi delegasi Indonesia yang diproyeksikan meraih medali emas pada posisi juara umum, karena dianggap unggul dalam metodologi penelitiannya.

    Delegasi pertama kategori Environmental Physics adalah Hanny Farhana dan Tias Ravena Maitsa, dengan tema penelitian “Designing and Building Model of Solar Distiller System Using Microfiber Cloth and Asphalt”. Delegasi kedua kategori Environmental Biology Lina Nafisah dan Luthfiana Fitri Febrianingtyas, bertajuk “The Use of Wild Spinach (Acalypha Indica) as Bioindicator of Air Pollution”.

    “Hanya ada dua sekolah yang mengirim dua tim di ajang ISPrO 2013 ini, salah satunya Al Ma’soem. Harapan kami mereka dapat menjadi juara dan meraih medali emas, yang bisa mengharumkan nama Al Ma’soem dan Indonesia di mata dunia,” harap Direktur Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) merangkap staf pimpinan Yayasan Pendidikan Al Ma’soem (YPAM) Ganjar Taufiq, di Cipacing Jatinangor, Rabu (22/5).

    Dijelaskan Ganjar, berdasarkan laporan pembimbing keempat siswi Al Ma’soem, Rahman Hakim, S.Si, persaingan berat terjadi pada kategori Environmental Physics. Namun, khususnya delegasi Al Ma’soem cukup kompeten dalam hal metodologi penelitian, jika dibandingkan dengan peneliti dari negara lain, misalnya dari Jerman, Malaysia, Pakistan, Pilipina, dan negara tetangga lainnya.

    Ini menjadi momen berharga bagi para siswa dalam menumbuhkembangkan budaya penelitian sejak usia muda, ISPrO ini pun dapat meningkatkan kesadaran mereka dalam pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan serta pola hidup yang ramah lingkungan.

    Menurut Ganjar, Al Ma’soem kerap berpartisipasi dalam kompetisi nasional maupun internasional. Prestasi yang sangat membanggakan ini bisa diraih karena mereka ditempa dan dibina melalui strategi Cageur-Bageur-Pinter (CBP). “Memang sistem pendidikan kami berorientasi pada mutu. Sehingga siswa yang dibina baik di SD, SMP, SMA maupun Pesantren memiliki kompetensi  unggul di bidang sains dan akhlak dalam kerangka CBP ini,” kata Ganjar, sepulang dari Jakarta bersama rombongan guru dan siswa memberi dukungan terhadap keempat delegasi ISPrO.

    Tanggung jawab YPAM terhadap masyarakat dilakukan dengan cara pemberian layanan pendidikan yang optimal dan prima, baik di SD, SMP, SMA maupun Pesantren. Selain siswa terlibat kegiatan belajar secara formal, mereka juga ditempa dalam kegiatan eskul Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) Al Ma’soem Science Club (ASiC).

    “Wajar kalau siswa kami banyak mewakili Indonesia dalam olimpiade sains tingkat internasional. Atau setiap bulannya selalu ada raihan medali olimpiade sains tingkat nasional,” jelasnya. (Nan’k)

    Comments

    Nama  
    Email  
    Komentar  
    Komentar Anda akan muncul setelah disetujui oleh Admin
  • web design by javwebnet