• Jangan Dilarang Ekspresi dan Aspirasi Mahasiswa

  • Berita  
  • 47 view  
  • 0 comments
  • JAKARTA, BedaNews.com 
    Dua Mahasiswa asal Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, yakni Rezki Ameliyah dan Mohammad Nur Fiqri, harus menerima perlakuan kurang menyenangkan dari pihak Kampus nya. Kedua Mahasiswa tersebut menuangkan aspirasi dalam secarik poster dan menempelkannya di sejumlah titik kampus tersebut.
     
    Saat menempelkan poster di salah satu titik, ia dan rekannya langsung diciduk oleh Satpam setempat dan langsung diamankan ke ruangan Wakil Rektor III, tanpa basa-basi, hari itu juga, ia dan rekannya langsung mendapat skorsing 2 (dua) semester dari pihak Kampus, karena dianggap melakukan kegiatan vandalisme.
     
    Poster kritikan bertajuk “Kampus Rasa Pabrik” yang di tempelkan oleh kedua Mahasiswa tersebut tidak terbayangkan jika harus berujung pada skorsing. Kedua mahasiswa tersebut beranggapan tindakan yang dilakukan pihak Kampus sudah semena-mena, hal ini merupakan salah satu bentuk kriminalisasi yang dilakukan pihak Kampus.
     
    Agus Harta, salah seorang kandidat calon Ketua Umum PB HMI, yang nanti akan berkongres di Ambon saat ditemui di Jakarta, Kamis (08/02/18), berpendapat bahwa, pihak Kampus sudah membatasi Mahasiswa dalam beraspirasi, berekspresi, dan berorganisasi. Kampus tersebut secara kasat mata menampilkan sikap paranoia yang berlebihan terhadap masyarakat kampus, dan kemudian terus dilestarikan hingga menimbulkan sikap anti kritik.
     
    Mantan Ketua Umum Cabang Jakarta Selatan ini juga menambahkan, bahwa rektorat harus memahami betul budaya yang terjadi di kalangan mahasiswa, seperti yang diajarkan di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yakni budaya membaca dan berdiskusi. Jadi wajar seandainya mereka menyampaikan keluh kesahnya terhadap sebuah keinginan perbaikan.
     
    ”Budaya baca dan diskusi tidak boleh luntur dari peradaban dunia Himpunan Mahasiswa Islam, sebab itu jangan larang mahasiswa menyampaikan pendapat, selama pendapat tersebut baik dan membangun,” ungkap Agus di sela-sela persiapannya menuju Kongres HMI di Ambon.
     
    Terakhir mantan Wasekjen PB HMI ini juga berpesan, Kaum Mustadh’afin (tertindas) akan sealu merindukan kita untuk berada di tengah-tengahnya. Ke depan HMI akan lebih banyak turun ke jalan untuk menyuarakan suara Rakyat, karena HMI lahir dari Rakyat dan berjuang untuk Rakyat. (Red)

    Comments

    Nama  
    Email  
    Komentar  
    Komentar Anda akan muncul setelah disetujui oleh Admin
  • web design by javwebnet