• Jengkol Galuh Kantongi Tanda Daftar PPVTDPP Kementerian, Kedepan Dibudidayakan Secara Perofesional

  • Berita  
  • 56 view  
  • 0 comments
  • Ciamis, BEDAnews.com

    Pohon Jengkol masih belum di budidayakan secara propesional lebih ke tanaman konservasi, buah bernilai ekonomis dan digemari ini menjadi tantangan untuk dibudidayakan. Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan  Kabupaten Ciamis, Hj Kustini kini berbesar hati lantaran Jengkol Ciamis telah terdaftar di Pusat Perlindungan Variets Tanaman Dan Perizinan Pertanian (PPVTDPP) dan menjadi milik masyarakat diwilayah bersangkutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dicatat dalam Daftar Umum PVT serta dumumkan dalam berita resmi PVT.

    “Pusat Perlindungan Varietas Tanaman Dan Perizinan Pertanian Kementerian Pertanian RI telah memberikan Sertifikat Tanda Daftar jengkol Ciamis sebagai Varietas Lokal No 413/PVL/2017  Jenis Tanaman Jengkol dengan nama Varietas Galuh” kata Hj Kustini kepada BEDAnews.com, selasa (19/12/2017) diruang kerjanya. Jengkol khas berbentuk buah bulat dengan warna biji kuning dan memiliki lingkar biji 9,7 cm ini Tantangan kalau  dibiarkan maka tidak akan berkembang, akan terus di daftarkan agar bersertifikasi.

    Hasil penelitian mahasiswa UNPAD tahu 2016, ternyata di wilayah Cijeungjing ada pohon jengkol bagus dengan karakteristik berbeda dengang jengkol pada umumnya, “Mereka mengkomunikasikan dan merumuskan di UNPAD sendiri, lalu konfirmasi ke saya menawarkan bahwa mau didaftarkan sebagai varietas lokal” kata Kadistanhanpang.

    Kita berdiskusi, mensosialisasikan dengan menghadirkan beberapa pihak pun mengundang para bandar jengkol yang ada di Ciamis. Ternyata tanggapannya sangat luar biasa bagus, “Dilaporkan kepada Bapak Bupati, beliau merespon dan menandatangani usulan namanya terdaftar. Namapun awalnya Jengkol Ciamis tetapi saya berdiskusi dengan Bupati hingga dari kita tercetus nama Jengkol Galuh, kemudian ada pemberitahuan dari Puasat bahwa disetujui untuk didaftarkan jengkolnya, tanggal 6 Desember 2017 Bupati diundang namun berhalangan maka saya yang menerima sertifikatnya” kisahnya.

    “Tahun 2018 Kedinasan akan mengadakan identifikasi Pohon Induk, kemudian pelatihan kepada petani bagai mana cara perbanyakan tanaman yang baik dan cepat,  lalu menentukan petani, dan perbanyakan cara apa, pun studi banding ke daerah produsen jengkol” kata Hj Kustini, lantaran kini tidak cukup Sertifikat, harus ada petani yang mau memperbanyaknya baik dengan cangkok, okulasi atau menanam dengan biji, dan sebagainya.

    Supaya Ciamis bisa menjadi produsen jengkol, Ia sangat berharap bisa memperbanyak produksinya  dengan memperbanyak tanaman “Harapan tahap pertama hasil perbanyakan pohon tidak hanya dijual keluar namun untuk ditanam di Ciamis agar bisa lebih banyak pohon, saat ini pohon jengkol masih belum di budidayakan secara propesional lebih ke tanaman konservasi, kedepan selain fungsi konservasipun dibudidayakan secara ekonomis” pungkas Hj Kustini.    (abraham)

     

    Comments

    Nama  
    Email  
    Komentar  
    Komentar Anda akan muncul setelah disetujui oleh Admin
  • web design by javwebnet