• Jokowi Diminta Turun Tangan, BBWS dan PT. PP Dianggap Bohongi Warga

  • Berita  
  • 147 view  
  • 0 comments
  •  

    Tasikmalaya- BEDAnews.com

     Ketua Forum Koordinasi Karang Taruna dan Masyarakat Kaki Gunung Pangajar (FKKMGP), Hendra Bima, yang mendapat julukan dari warga sebagai macan Pangajar berteriak lantang saat menyuarakan tidak adanya Amdal dan Izin  Usaha Pertambangan (IUP) atas kegiatan eksplorasi tersebut, Ia meminta pemerintah untuk meninjau ulang atas dasar kecerobohan dan pengibulan pihak BBWS dan PT. PP terhadap warga.

    “Selama  ini warga kami dikibuli oleh pihak BBWS dan PT. PP atas kegiatan eksplorasi penambangan Gunung Pangajar,” kata Hendra di tengah-tengah ratusan massa aksi, Rabu (28/3/2018) di area Gunung Pangajar Desa Karanglayung Kecamatan Karangjaya Kabupaten Tasikmalaya.

    Hendra menegaskan, bahwa BBWS dan PT. PP seharusnya mengerti dan memahami prosedur yang benar, sebab kegiatan eksplorasi penambangan ini tidak semudah membalikkan telapak tangan, ada ratusan dan bahkan ribuan warga yang terkena dampaknya.

    “Yang jelas warga kami, khususnya yang berada di kaki Gunung Pangajar sangat menyesalkan tindakan BBWS dan PT. PP yang semena-mena melakukan penambangan tanpa koordinasi terlebih dahulu kepada warga,” jelasnya.

    Bahkan parahnya lagi, kata Hendra, pihak PT. PP tidak pernah melakukan koordinasi dengan Dinas Sumber Daya Energi dan Meneral Provinsi Jawa Barat. “Ini yang sangat kami sayangkan, sekelas BUMN kok tidak memiliki tatakrama dan sopan santun kepada masyarakat, harusnya mereka paham dan menghargai kami selaku rakyat,” paparnya dengan dana lantang.

    Ia menegaskan, Gunung Pangajar itu adalah asset terbesar dan berharga bagi warga, baik dari sumber mata air, sangat kaya dengan material organik yang akan menjadi pupuk untuk menyuburkan tanah.

    “Nah, kalau sekarang ditambang, kemana masyarakat akan mendapatkan penghasilan dan penghidupan, sejak dahulu kala kehidupan mereka sebagian besar dari Pangajar, sebagian besar warga adalah pertanian,” katanya.

    Hendra menegaskan, kalau dirunut dari awal, bahwa BBWS, PT. PP dan Hutama Karya, tidak pernah melakukan sosialisasi apapun kepada warga.

    “Tiba-tiba sudah membuat akses jalan menuju Gunung Pangajar dan akan mengekplorasi Gunung Pangajar yang memang selama ini menjadi tumpuan hidup warga,” ungkapnya.

    Untuk itu, kata Hendra, pemerintah terkait harus meninjau ulang kegiatan eksplorasi Gunung Pangajar ini, sebab ribuan nyawa warga hidupnya bergantung kepada Gunung Pangajar.

    “Kami minta kepada Bapak Presiden, Menteri PUPR, Gubernur Jawa Barat, DPRD Jawa Barat, Dinas ESDM Jawa Barat untuk mengkaji ulang atas kegiatan eksplorasi dan penambangan Gunung Pangajar ini,” pinta Hendra. * (hargib)

     

    Comments

    Nama  
    Email  
    Komentar  
    Komentar Anda akan muncul setelah disetujui oleh Admin
  • web design by javwebnet