• Ketut Ajak Masyarakat Awasi Obat dan Makanan Dengan Ceklik

  • Berita  
  • 0 comments
  • Bandung, BEDAnews

    Komisi IX DPR RI bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan(BPOM) meningkatkan pemahaman masyarakat Kota Baubau, tentang jenis-jenis obat dan makanan.

    Kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dikemas dalam bentuk Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) tersebut diikuti kurang lebih 150 peserta di Gedung Bina Marga Jalan L.L.R.E Martadinata Bandung, Jumat(1/3).

    Anggota DPR RI Komisi IX, Ketut Sustiawan berharap, melalui kegiatan KIE tentang obat dan makanan tersebut, bisa lebih meningkatkan pemahaman masyarakat tentang jenis-jenis obat dan makanan yang aman untuk dikonsumsi.

    "Terkait sosialisasi obat tradisional dan suplemen kesehatan merupakan salah satu tugas Komisi IX dan BPOM. Kegiatan ini juga merupakan bukti negara hadir dalam upaya melindungi segenap bangsa Indonesia sesuai dengan nawacita Presiden Joko Widodo yakni menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa Indonesia," kata Ketut disela kegiatan.

    Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan masyarakat perlu diberikan informasi yang jelas. Karena, menurut Ketut banyak obat tradisional atau jamu yang beredar di pasaran ini seolah-olah bisa menyembuhkan penyakit.

    "Masyarakat perlu diedukasi bahwa obat diciptakan dari berbagai studi riset untuk menyembuhkan penyakit. Nah, kalau jamu terbuat bahan-bahan alami atau tumbuhan dan fungsinya mendorong atau membantu penyembuhan," tuturnya.

    Ketut menambahkan masyarakat juga harus selalu mengecek label kemasan dan tanggal kadaluarsa untuk memastikan obat atau makanan yang aman dikonsumsi.

    Ia juga menekankan kepada warga agar betul= betul memperhatikan produk makanan, kosmetik dan obat yang beredar dengan tindakan Ceklik.

    Cek berarti memeriksa produk. K pada kata Klik adalah akronim dari kata kemasan, dimaksudkan untuk cek kemasan dalam kondisi baik.

    L adalah label, dimaksudkan untuk membaca informasi produk yang teicantum dalam label. I adalah izin edar, dimaksudkan untuk memastikan produk memiliki izin edar dan K adalah Kadaluwarsa, cek masa kadaluwarsa produk.

    "Jika seluruh masyarakat mengetahui dan melakukan cara tersebut, maka setiap orang akan

    mampu menjadi pengawas obat dan makanan bagi dirinya sendiri dengan memilih obat atau makanan yang terjamin keamanan, mutu dan khasiatnya," ujar dia.

    Menurutnya, Komisi IX sebagai mitra kerja dari Badan POM menganggap perlu ada pemberdayaan masyarakat melalui komunikasi informasi edukasi ini melalui dalam rangka pelayanan kesehatan yang sifatnya promotif preventif.

    "Dalam UU 36 tahun 2009 tentang kesehatan itu jelas ada pasal yang mengatur, apa itu obat tradisional kemudian bagaimana penyajian dalam perizinan dari pengawasan pemerintah terhadap peredaran obat. Kami juga saat ini tengah menggodok RUU bagaimana penguatan tugas Fungsi Badan POM ada undang dalam pengawasan Obat dan Makanan," pungkasnya.

    Ditempat yang sama Ketua BPOM Kota Bandung Bagus Kusuma Dewa mengungkapkan pentingnya masyarakat mengetahui tentang jenis-jenis obat dan makanan, agar masyarakat mampu melindungi diri dari obat dan makanan berbahaya.

    Menurut Bagus, pengawasan masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah peredaran obat dan makanan berbahaya, karena keputusan terakhir untuk membeli atau tidak membeli produk tergantung dari masyarakat sebagai konsumen.

    "Masyarakat harus pintar memilih dan memilah obat tradisional yang bermutu, bermanfaat serta berkhasiat dengan cara kenali obat tradisional atau bila produk kemasan minimal dengan metode ceklik," tandasnya. [mae]

    Comments

    Nama  
    Email  
    Komentar  
    Komentar Anda akan muncul setelah disetujui oleh Admin
  • web design by javwebnet