• Limbah Medis Dibuang Ke Sungai, Disinyalir Puskesmas Sukamulya Langgar Undang -Undang

  • Berita  
  • 285 view  
  • 0 comments
  • Ciamis,BEDAnews

    Kepala Puskesmas Sukamulya Cihaurbeuti, Neli mengaku Kaget ada kabar dari Kades Sukamulya sehari sebelumnya dikonvirmasi terkait dugaan Limbah medis Puskesmas dibuang dan dibakar di pinggir Sungai Cigede. ”Mungkin ada bagian kelining serpis yang mungkin dengan prilaku.. ketika ada sampah dibuang kesana, sebenarnya ada dua tempat sampah (infeksius dan non infeksius), haduh adaaa... ada saja, padahal kita sudah siapkan safetybox lho” ujar Neli didampingi Kasubag TU dan setaf bagian Sanitasi Puskesmas Sukamulya kepada BEDAnews.com, kamis (19/4/2018) terkesan tidak jelas, kikuk, dan cengengesan saat dikonvirmasi dugaan penanganan ada limbah medisnya melanggar aturan dengan diperlihatkan vidio sebagai fakta dugaan gambar limbah B3, dan sisa pembakaran jarum suntik utuh dan limbah Puskesmas bercampur sampah lainnya.

    Neli menjelaskan,  di Kecamatan Cihaurbeuti  ada 2 Puskesmas yakni Puskesmas Cihaurbeuti dan Puskesmas Sukamulya dalam penanganan limbah medisnya bekerjasama dengan Pt TMC, bila ada pemberitahuan dari pihak pengankutan untuk pengambilan maka dikirim ke Puskesmas Ciahaurbeuti, “Kita sediakan safetybox, jadi ketika misal ada jarum suntik bekas imunisasi atau kegiatan-kegiatan baik di Kia ataupun di UGD, Pos Yandu. Ketika pelayanan diluarpun selalu disediakan safetybox, lalu dimasukan kegudang dulu sebelum ada konvirmasi akan ada pengankutan dari PT TMC” kata Neli,  ujarnya pula dengan di benarkan Sanitasi, Agus Hermawan mereka menghasilkan rata-rata perbulannya 15 Kg limbah B3 padat yang sudah tiga bulan ini tidak di angkut karena menunggu informasi pengangkutan.

    Sehari sebelumnya Kades Sukamulya Cihaurbeuti, Yaya Sunarya membenarkan limbah medis dari puskesmas tidak boleh dibuang sembarangan dan mengaku baru mengetahuinya diwilayahnya ada tempat pembuangan sampah liar yang diduga sebagi lokasi pembuangan limbah B3 Puskesmas, ia mengatakan pembuangan sampah limbah keluarga sudah disediakan TPS di tiap kedusunan yang tiap 4-5 bulan sekali dikelola kedalam dan sesekali dibakar, “Limbah medis ada sistem, yang dibuangnya tidak sebarangan ada kaitannya dengan intansi lain yang membawa dan menghancurkan limbah B3” kata Yaya, yang selanjutnya akan mengur dan menginformasikan ke pihak Puskesmas.

    Sementara itu, Limbah medis bukan sembarang sampah, masuk dalam kelompok limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) tidak boleh dimanfaatkan kembali. Penangananya tak bisa sembarangan harus diolah secara khusus oleh orang atau instansi yang berizin yang dilakukan secara intensif, apalagi dibuang sembarangan bersama sampah jenis lainnya dikarenakan limbah-limbah medis memiliki sifat infeksius bisa terpapar langsung (pada manusia).

    Undang-undang No 32 tahun 2009 tentang pengelolaan limbah B3 mengancam dengan pidana penjara dan atau denda uang hingga Milyaran rupiah bila secara sah dan meyakinkan terjadi pelanggaran oleh perorangan dan atau penghasil limbah B3 penanganannya tidak sesuai mekanisme perudang-undangan, bahkan kepada pejabat berwenang yang diduga lalai dalam melakukan pengawasan.

    Sekdis Diskes Ciamis, Rahmat Jumawan yang sudah sebulan lalu disampaikan informasi ini menghaturkan terimaksih kepada BEDAnews atas informasi dan konvirmasinya, selanjutnya akan dijadikan bahan untuk terus mengingatkan Puskesmas untuk selalu mengawasi limbah di Puskesmas.  Tanggapan secara kedinasan tidak pernah menyarankan limbah medis puskesmas dibuang disembarang tempat “Di DPA Puskesmas sudah tertuang, terencana anggarannya perkilo sekian rupiah ada anggaran, uangnya sudah ada cuman solusinya ketika menunggu diambil rekanan mereka tidak ngambil, kita melakukan pengawasan juga namun tidak seperti awak media” kata Rahmat seraya mengaskan yang harus bertanggung jawab itu Kepala Puskesmas terhadap yang terjadi dilapangan. (abraham)

    Comments

    Nama  
    Email  
    Komentar  
    Komentar Anda akan muncul setelah disetujui oleh Admin
  • web design by javwebnet