• Makna dan Arti Hari Pahlawan 10 November 1945 di Mata Dandim 0607/Kota Sukabumi Letkol Inf.M.Mahfud Asat S.IP

  • Berita  
  • 81 view  
  • 0 comments
  • Sukabumi, BEDAnews.com

    Setiap tanggal 10 November Bangsa Indonesia selalu memaknai Hari dan Tanggal  tersebut sebagai Hari Pahlawan Nasional, pada Hari tersebut Segenap bangsa Indonesia merayakanya.

    Sebuah Momentum  yang  merupakan  hadiah terindah  ataupun Anugerah yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa, yang merupakan hasil Perjuangan para Pahlawan pada Zaman Perjuangan Merebut dan mempertahankan Kemerdekaan dari Tangan-tangan  para Penjajah.

    Tentulah Anugerah tersebut harus kita Syukuri  dengan  mengenang jasa para pahlawan yang telah rela mengorbankan jiwa, raga dan hartanya untuk memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan.

    Kita sebagai Bangsa yang besar patutlah kita menghargai jasa-jasa Para Pahlawan, karena  perjuangan para pahlawan dalam mengusir penjajah di bumi pertiwi ini, tidak bisa dibayar dalam bentuk apapun. Mereka rela bertempur mati-matian sampai titik darah pengahbisan di medan pertempuran dan tak pernah gentar meski nyawa menjadi taruhannya.

    Oleh karenanya, sudah menjadi kewajiban Kita untuk  menundukkan kepala untuk mengenang jasa-jasa mereka saat hari pahlawan 10 November ini.

    Awal Mula berkobarnya Pertempuran 10 November

    Tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan dikarenakan sebuah  peristiwa pertempuran yang  Dahsyat terjadi di Wilayah  Surabaya antara Masyarakat Surabaya  dengan Tentara NICA yang diboncengi oleh Belanda.

    Terjadi peperangan tersebut dimulai dengan Kejadian di hotel yamato Surabaya, pada waktu  itu orang-orang belanda di bawah Komandan  Mr. Ploegman mengibarkan bendera Merah Putih Biru yaitu bendera Belanda di atas hotel Yamato di Surabaya.  Tentunya hal tersebut  membuat Arek-arek Suroboyo Marah besar, karena telah menghina dan menginjak -nginjak  kedaulatan, kehormatan  Bangsa Indonesia dan juga pada waktu itu kemerdekaan Indonesia telah diproklamirkan pada  tanggal 17   Agustus oleh sang Proklamator Bung Karno dan Bung Hata.

    Sehingga pada Tanggal 27 Oktober 1945, pemuda-pemuda di Surabaya  mengambil langkah yang tegas dengan gagah berani dan tak takut Mati menaiki Hotel yamato dan merobek bendera Belanda warna birunya sehingga tinggal tersisa warna bendera bangsa Indonesia Merah Putih. Hal itulah salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya Perang 10 November yang di abadikan menjadi Hari Pahlawan Nasional.

    Mengulas sedikit asal usul Hotel Yamato dulu Bangunan yang dikenal megah pada Zaman tersebut  dikenal dengan sebutan  Yamato Hoteru (bernama Oranje Hotel atau Hotel Oranye pada zaman kolonial, zaman sekarang bernama Hotel Majapahit) di Jl. Tunjungan no. 65 Surabaya.

    Setelah Insiden tersebut Kemudian terjadilah  pertempuran pertama antara Indonesia melawan tentara Inggris pada 27 Oktober 1945. Serangan-serangan kecil itu ternyata dikemudian hari berubah menjadi serangan umum yang hampir membinasakan seluruh tentara Inggris, sebelum akhirnya Jenderal D.C. Hawthorn meminta bantuan Presiden Sukarno untuk meredakan situasi tersebut.

    Terbunuhnya  Jenderal Mallaby

    Pada  tanggal 29 Oktober 1945 Indonesia dan Inggris sepakat mengadakan Gencatan Senjata , Situasi  berangsur-angsur mereda. Namun, tetap saja terjadi bentrokan-bentrokan bersenjata antara rakyat dan tentara Inggris di Surabaya.

    Bentrokan-bentrokan Kecil semakin lama semakin membesar dan Puncak dari bentrokan-bentrokan tersebut  terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, (pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur), pada 30 Oktober 1945 sekitar pukul 20.30. Mobil Buick yang ditumpangi Brigadir Jenderal Mallaby berpapasan dengan sekelompok milisi Indonesia ketika akan melewati Jembatan Merah. Kemudian Rakyat mencegat Mobil Jendral Inggris tersebut dan terjadilah tembak menembak antata Rakyat dengan tentara Inggris dengan Tewanya Jendral Malaby dengan Kondisi jenazah yang sulit dikenali akibat kondisi mobil dan tubuh Jendral Malaby hangus terbakar.

    Kematian Sang jenderal ini, menyebabkan pihak Inggris marah kepada pihak Indonesia.Kemudian Inggris mengganti Pimpinan di Jawa Timur dengan  Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh yang kemudian   mengeluarkan ultimatum 10 November 1945 untuk meminta pihak Indonesia menyerahkan persenjataan dan menghentikan perlawanan pada tentara AFNEI dan administrasi NICA.

    Karena sampai batas waktu yang telah ditentukan Pihak Indonesia tidak menyerahkan Para Pembunuh Jenderal Malaby, pada tanggal 10 November 1945 subuh, pasukan Inggris melakukan Serangan yang disebut Ricklef merupakan  "pembersihan berdarah" di suluruh sudut kota Surabaya.

    Menanggapi Aksi yang dilakukan oleh pihak Inggris Masyarakat surabaya menanggapinya dengan semangat bertempur yang luar biasa. Daripada mengikuti ultimatum meletakan senjata dan meninggalkan kota, arek Surabaya justru Masyarakat Surabaya memilih tetap bertahan meskipun Nyawa taruhanya. Namun, itu tetap dilakukan demi Mempertahankan Kedaulatan Indonesia.

    Sekitar 6000 Masyarakat Indonesia Gugur dalan Pertempuran tersebut dan dalam waktu tiga hari Pasukan Inggris   berhasil merebut kota. Akan tetapi, pertempuran baru benar-benar reda setelah tiga minggu. Hal ini menandakan betapa gigihnya perlawanan arek Surabaya dalam mempertahankan Bumi Pertiwi dari Para Penjajah.

    Betapa gigih, Gagah dan beraninya para Pahlawan pendahulu kita yang rela mengorbankan Jiwa dan raga serta harta bendanya demi Bangsa dan Negara ini. Sebuah pepatah menyebutkan bahwa , Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati pahlawannya. Dan Bangsa tanpa pahlawan sama artinya dengan  Bangsa yang tak memiliki sebuah kebanggaan. Apabila sebuah bangsa tidak memiliki tokoh yang bisa untuk  dibanggakan, maka bangsa tersebut adalah bangsa yang tak memiliki harga diri. Bahkan bangsa yang lain menganggap bahwa bangsa tersebut merupakan Bangsa yang kerdil dan tidak punya Kehormatan.

    Karena itu, sudah sepantasnya disetiap bangsa memiliki tokoh yang disebut pahlawan. Seorang Pahlawan akan menjadi sangat penting karena ia akan memberikan suatu inspirasi dan motivasi. Inspirasi untuk selalu memperbaiki kondisi bangsa ini. Dan memotivasi agar bangsa ini terus bangkit, dan menjadi suatu bangsa yang bisa dibanggakan.

    Kita patut Bangga dan Bersyukur, sebab para Pahlawan kita bertempur dengan para penjajah hanya mengandalkan Senjata yang sederhana, berbekal Bambu Runcing. Sedangkan para Penjajah mempunyai Senjata yang Supercanggih, namun dapat merebut dan mempertahankan Kemerdekaan dan hasilnya dapat kita Nikamati sampai saat ini. Sedangkan Tokoh Pahlawan yang terkenal pada saat perjuangan itu yakni Bung Tomo yang mampu mengobarkan semangat perjuangan rakyat melalui  siaran-siarannya radionya.

    Maka dari itu, pada Tanggal 10 November saat ini marilah Kita sebagai Bangsa Yang besar bersama -sama menundukan Kepala untuk merenungi, mengingat, mengenang, mengahargai apa yang telah di Korbankan oleh Para Pahlawan demi Kemerdekaan.

    Dan Marilah Kita isi Kemerdekaan ini dengan hal-hal yang berguna bagi Nusa, Bangsa dan Agama demi Keutuhan NKRI. Allahu Akbar. (Hasbi /Penrem 061/Sk) 

    Comments

    Nama  
    Email  
    Komentar  
    Komentar Anda akan muncul setelah disetujui oleh Admin
  • web design by javwebnet