• Mengapa Indonesia Kaya Gunung Api ?

  • Berita  
  • 61717 view  
  • 37 comments
  • Posisi Indonesia yang berada pada titik pertemuan tiga lempeng tektonik (tectonic plate) yang saling bertabrakan yaitu lempeng Eurasia, Lempeng Indo Australia dan Lempeng Pasifik, membuat Negara Indonesia tercabik-cabik dan pada akhirnya membuatnya menjadi rangkaian gunung api aktif (rangkaian Gunung Api Indonesia).

    Kawasan Indonesia menjadi area benturan antara Lempeng Indo Australia yang bergerak ke utara dan Lempeng Pasifik yang relative kearah barat. Itulah yang menyebabkan kepulauan Indonesia dihimpit oleh dua pergerakan, masing-asing kea rah utara dan ke arah barat.

    Kecepatan pergerakan itu mencapai 4-6 cm pertahun, maka lempeng yang yang bertabrakan tersebut menunjam tepat ditengah Kepulauan Indonesia dan memberikan kesempatan pada magma untuk naik persis diatas Nusantara dan membentuk banyak pulau yang dikelilingi lautan.

    Sementara di utara ada lempeng ketiga, yaitu lempeng Eurasia yang menahan himpitan tersebut, sehingga membuat Indonesia berada dalam pertarungan tiga lempeng besar dunia.

    Akibat benturan ketiga lempeng tersebut, membuat retaknya beberapa bagian pada kerak bumi, selain menimbulkan panas, juga memproduksi batuan cair (magma). Melalui retakan-retakan tersebut yang bisa dikatakan sebagai bidang lemah, magma cair tersebut terdorong naik ke permukaan bumi dan membentuk kerucut-kerucut gunung api.

    Zona subduksi yang terbentuk sangatlah luas, dimulai dari sisi selatan barat Pulau Sumatera hingga sisi selatan Pulau Jawa. Zona tersebut berlanjut hingga ke Nusa Tenggara yang memanjang dari barat ke timur. Lalu di bagian timur Nusantara jalurnya memutar, dimulai dari Laut Banda di Maluku. Zona subduksi inilah yang membuat Indonesia kaya akan gunung api dan dikenal sebagai Ring of Fire.

     

    Jenis dan Tipe Letusan Gunung Api Indonesia

    Setiap tahun ada saja gunung api di Indonesia yang berpeluang meletus dengan tipe dan jenis letusan yang variatif. Dengan demikian tingkat bahayanyapun bervariasi, tergantung tipe letusan yang terjadi dan tingkat kepadatan penduduk di dekat lokasi gunung api.

    Jenis letusan berbeda dengan tipe letusan. Jenis letusan berkaitan dengan material yang dikeluarkannya dan penyebab letusan itu sendiri. Sedangkan tipe letusan berkaitan dengan fenomena dari salah satu letusan.

    Ada tiga jenis letusan yang jadi parameter di bidang vulkanologi, yaitu letusan freatik (letusan gas), letusan magmatic, dan letusan yang diakibatkan interaksi magma dengan air tanah yang mengakibatkan letusan freatomagmatik atau letusan hydrovulkanik.

    Letusan freatik (letusan gas) murni dipicu oleh tekanan gas yang berada dibawah permukaan. Pada umumnya gunung berapi yang sudah beristirahat selama puluhan tahun, letusan awalnya adalah letusan gas. Tetapi letusan ini banyak juga terjadi pada gunung api yang kawahnya banyak mengandung gas. Contoh gunung dengan tipe letusan ini adalah Gn Papandayan, Gn Tangkuban perahu, Gn Ambang, Gn Dieng, dsb.

    Letusan magmatic adalah letusan yang sangat berbahaya, penyebabnya adalah murni diakibatkan oleh desakan fluida magma (dengan gas yang terkandung di dalamnya). Letusan magmatic terbagi atas beberapa tipe letusan.

    Letusan Freatomagmatic atau hydrovulkanik terjadi akibat adanya interaksi air tanah dan magma cair pada kantong magma. Pada proses selanjutnya akan terbentuk uap (steam) dan memicu terjadinya letusan dan mengundang magma ikut naik bersama letusan. Pada umumnya gunung api berdanau kawah atau gunung api pulau sering mengalami letusan jenis ini.

     

    Tipe Letusan

    Pada umumnya penamaan dari setiap tipe letusan diambil dari ciri khas suatu gunung api yang pertama kali dipelajari atau diambil dari nama orang yang pertama kali menelitinya. Penyebab bermacam-macam tipe letusan ini tergantung dari proses fisika, kimia, dan thermodinamika dalam tubuh gunung api.

    Ada kalanya sebuah gunung api memiliki banyak tipe letusan terutama jika letusannya lama, missal berlangsung selama beberapa minggu atau bulan, namun biasanya hanya satu tipe letusan. Hingga saat ini dikenal 6 jenis tipe letusan yang terjadi di Indonesia yaitu tipe vulkano, Stromboli, Plinian/Perret, St Vincent, Merapi dan Karangetang. (by Zarina, mahasiswa Teknik Pertambangan STTMI)

    Comments

    2hisnu | 2016-02-03 17:14:49

    Thanks you

    2hisnu | 2016-02-03 17:14:45

    Thanks you

    2hisnu | 2016-02-03 17:14:43

    Thanks you

    Rasyidin | 2015-12-13 16:23:07

    bagus infonya menurut saya... thans

    Rasyidin | 2015-12-13 16:23:05

    bagus infonya menurut saya... thans

    Rasyidin | 2015-12-13 16:23:02

    bagus infonya menurut saya... thans

    Safin Nurhaliza | 2015-09-21 19:27:40

    Kurang singkat dan lengkap

    Deni | 2015-08-06 21:54:00

    Sangat berarti dan apalah2,

    alya azzahra jashilka zahlianty | 2015-02-12 21:42:50

    Akhir nya jawaban nya ketemu mksh y :)

    ANDRI PERWIRA | 2015-01-28 06:07:47

    😢😢:-( kurng lngkap

    ALVINNA | 2015-01-20 20:52:57

    terima kasih ya infonya

    Dimas adi muliya | 2014-10-17 19:09:58

    Akhir.a ketemu juga jawaban.a ! :)
    Thankz..

    prihandini | 2014-10-09 04:51:59

    Kok nggak ada kyk sirkum mediterania?????????

    laras | 2014-09-22 17:21:29

    Thank you..,

    desy | 2014-09-10 20:05:28

    makasihhhh.....

    desy | 2014-09-10 20:05:16

    makasihhhh.....

    yoga bagaswara | 2014-08-28 15:44:39

    Apakah indonesia termasuk cincin api dunia ?

    yoga bagaswara | 2014-08-28 15:32:46

    Apakah indonesia termasuk cincin api dunia ?

    nggom | 2014-08-21 14:08:51

    thx gan....panjang umur sehat slalu

    ghani | 2014-03-03 17:33:35

    thanks infoo nya

    priyo liyo | 2014-02-24 20:05:05

    akhirnx pr q slesai jga.
    trimakasih y

    Imam fachroedin | 2014-02-18 16:44:06

    Bguuussssss. . . .

    Eka safitri | 2014-02-18 05:52:44

    Terimakasih ilmunya

    Leonardo Damanik | 2014-02-18 00:15:09

    Buat beberapa komentar diatas, untuk mencari informasi yang "lengkap" tentunya kita harus mencari dari berbagai sumber, dari buku-buku jelas lebih baik.
    Artikel diatas ini cukup bagus, dan penyampaian informasinya jelas dan mudah dipahami. Alangkah baiknya informasi seperti ini supaya lebih sering disampaikan ke semua media apalagi saat-saat ini di Indonesia sedang dilanda bencana erupsi vulkanik :) karena banyak masyarakat Indonesia yang tidak paham akan kejadian letusan gunungapi di negeri ini.

    Muhammad lubabul fawaid | 2014-02-16 22:06:14

    Terimakasih atas infonya

    arum | 2014-02-14 18:15:35

    terimakasih yah...
    atas infonya

    achmad irvand | 2014-01-23 20:04:36

    Waaaaahh,sayang gk lengkap

    Bintang | 2014-01-08 12:52:56

    hmmmm,,,,bagus bagus ^_^

    Aisyah | 2013-11-23 19:32:56

    Thanks ^_^

    | 2013-11-15 20:53:42

    esa jaelani | 2013-10-30 17:20:47

    thank you very much

    DIKA | 2013-10-16 04:34:59

    makasiiiiiih

    alan | 2013-10-09 13:38:09

    makasih atas infonya

    alan | 2013-10-09 13:38:08

    makasih atas infonya

    bak padangkota | 2013-10-09 13:34:44

    makasiiih

    Alya Hana | 2013-09-29 15:54:08

    akhirnya jadi juga pe-er ku...

    Rizqy Ibnurrafif | 2013-09-23 21:10:35

    Thank`s Of Your Informations !!!!! ^^ ^_^

    Nadhifatul Aulia | 2013-09-04 18:29:37

    Alangkah sebaiknya jika lebih lengkap lagi..

    Rizal | 2013-08-19 20:24:59

    terima kasih atas infonya

    Nama  
    Email  
    Komentar  
    Komentar Anda akan muncul setelah disetujui oleh Admin
  • web design by javwebnet