• Nelayan Muncar Selamatkan Korban Kapal Terbalik Tutup Rangkaian WRS Bakamla RI

  • Berita  
  • 67 view  
  • 0 comments
  • BEDA, BANYUWANGI - Nelayan Muncar melakukan aksi penyelamatan terhadap korban kapal "Harmoni" yang terbalik di laut Muncar Banyuwangi, Sabtu, 28 April 2018.

    Namun, aksi penyelamatan oleh nelayan dengan menggunakan peralatan lengkap tersebut, dilakukan dalam simulasi yang digelar sebagai bagian dari rangkaian pelatihan water rescue sukarela (WRS) oleh Badan Keamanan Laut (Bakamla RI) bersama Badan SAR Nasional (Basarnas).

    Dalam skenario tersebut, terjadi musibah kapal nelayan terbalik yang menyebabkan korban ada yang selamat, sadar dan tidak sadar. Kapal nelayan "harmoni" terdiri dari 10 ABK, dimana 8 ABK dinyatakan selamat sedangkan 2 ABK lainnya dinyatakan hilang di laut Muncar Banyuwangi.

    Terlihat pula satu kelompok berjumlah 6 orang sudah membagi tugas setiap personelnya. Ada yang berperan sebagai penenang keluarga korban, ada yang menyiapkan perahu karet, ada yang menyiapkan perlengkapan kapal dan peralatan pertolongan untuk korban dilaut.

    Salah seorang anggota kelompok berperan menanyakan ciri ciri korban yang hilang kepada keluarga, seperti nama, baju terakhir yang dipakai, dan ciri-ciri khas yang dimiliki korban.

    Melalui pelatihan ini peserta yang sehari hari bekerja sebagai nelayan diuji kemampuannya berkomunikasi menghadapi reaksi keluarga korban yang berbeda beda dan bagaimana cara menenangkan keluarga korban.

    Simulasi dilanjutkan dengan menguji keterampilan nelayan dalam memberikan pertolongan di laut, antara lain bagaimana mengangkat korban yang tidak sadar dan korban sadar, teknik melempar ring boy, teknik pemasangan tali Y strap, teknik penggeseran korban ditandu dan teknik pemasangan collar neck.

    Sesampai ditepi pantai peserta mempraktekkan teknik pengangkatan korban dengan tandu LSB (long spine board), dan juga teknik Resusitasi Jantung Paru (RJP) sebelum bantuan ambulans datang.

    Simulasi kejadian yang sama juga dipraktekkan oleh dua kelompok lainnya. Setiap simulasi langsung dievaluasi oleh pelatih dari Basarnas.

    Simulasi pertolongan korban ini menandakan sebagai akhir rangkaian kegiatan pelatihan water rescue Bakamla RI yang digelar sejak Selasa (24/4). Pelatihan ditutup oleh Tri Rah Astuti, S.E, Kasi Potensi Keselamatan Bakamla RI.  (BD)

     

    Comments

    Nama  
    Email  
    Komentar  
    Komentar Anda akan muncul setelah disetujui oleh Admin
  • web design by javwebnet