• Pasar Buhun Ala Zie Cafe

  • Berita  
  • 141 view  
  • 0 comments
  • BANDUNG, BEDAnews.com - Yayasan Pitaloka mempelopori gerakan “Ngamumule” (melestarikan) makanan buhun masyarakat Sunda, melalui Gelaran Pasar Buhun yang dilaksanakan di ZIE CAFÉ, Jln Vandeventer no 14 Bandung, Sabtu, (21/4/2018).

    Berbagai jenis makanan yang usianya rata-rata sudah lebih dari satu abad, kembali diperkenalkan sekaligus dipasarkan. Bahkan cara pembuatan jajanan buhun seperti angleng dan dapros yang berbahan baku tepung beras, ketan, kelapa, dan juga gula aren, sempat diperagakan.

    Penggagas Pasar Buhun, Gita, mengungkapkan, event tersebut merupakan Kerjasama (PBWBGS) dan Yayasan Pitaloka juga beberapa pihak yang peduli dan ingin melestarikan makanan khas Sunda buhun. Termasuk para pelaku seni asli Jawa Barat yang ingin menjaga pola hidup sehat dengan makanan dan minuman Sunda organik. 

    "Selain ingin memelihara makanan warisan leluhur, kami juga ingin merasakan suasana mudik. Jadi Pasar Buhun ini salah satu langkah strategis, sistematis, yang sengaja kami ciptakan sebagai destinasi wisata gastronomi Sunda di Kota Bandung," kata Gita. 

    Dimintai komentarnya, Dewi Turgarini dosen Gastronomi UPI Bandung, menyatakan, pihaknya  menyambut baik gagasan Gita dari yayasan Pitaloka untuk menggelar Pasar Buhun. Karena, selain sesuai dengan ilmu yang digelutinya, juga ada kesamaan rasa untuk melestarikan makan khas Sunda Buhun. Bahkan pihaknya mensuport dengan mendatangkan beberapa pelaku pembuat makanan buhun.

    "Kami optimis, dengan diadakan Pasar Buhun ini, kecendrungan masyarakat akan kesehatan, semakin meningkat. Sebagai dukungan, dan bentuk kepedulian untuk melestaraikan makanan Sunda Buhun, kami menyelenggarakan pendidikan khusus tentang bagaimana mengelola, membuat serta memasarkan makanan olahan Sunda Buhun,” paparnya.

    Sementara ketika disinggung apakah pasar buhun ini akan berkesinambungan atau tidak, baik Gita maupun Dewi secara serempak menjawab kalau hal tersebut akan terus dilaksanakan dalam satu minggu sekali.

    “Kami akan selenggarakan setiap hari Minggu pagi. Kalau di Dago ada Car Free Day (CFD), kalau di sini (Zie Café, red) ada Pasar Buhun. Waktunya sama, kita mulai dari jam 07 pagi sampai selesai. Dengan jenis makanan buhun yang berbeda-beda dalam setiap minggunya,” jelas mereka. (BD)

     

     

    Comments

    Nama  
    Email  
    Komentar  
    Komentar Anda akan muncul setelah disetujui oleh Admin
  • web design by javwebnet