• Pekan Ilmiah II Fakultas Adab dan Humaniora Wahana Meningkatkan Mutu Akademik

  • Berita  
  • 37 view  
  • 0 comments
  •  Bandung, Bedanews.com

    Untuk menjawab era globalisasi dan digitalisasi Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung  melakukan langkah antisipatif dan strategis yakni menggelar Pekan Ilmiah II, selama lima hari (23 – 27 Oktober 2017).

    Pekan ilmiah dibuka  Rektor UIN SGD Bandung Prof Dr H Mahmud, M.Si;  dihadiri oleh para dekan di lingkungan UIN SGD; Wakil Dekan I FAH Dr Ading Kusdiana, M.Ag; Wakil Dekan II  Dr  Dedi Supriadi, M.Hum, Wakil Dekan III  Dr Dadan Rusmana, M.Ag;  Ketua dan Sekretaris Jurusan di lingkungan FAH; para dosen, dan mahasiswa. Seminar internasional ini menghadirkan narasumber/pakar yang memiliki kompetensi dalam  bidang  bahasa, sastra,  budaya, naskah dan sejarah  yang berasal  dari Australia, Jerman, India, Sudan, Yaman, dan Indonesia.  

    Pekan ilmiah II ini,di isi dengan  aktifitas akademik yakni seminar internasional,  terkait dengan Jurusan Bahasa dan Sastra Arab, Jurusan Sejarah dan Peradaban Islam, dan Jurusan Sastra Inggris.  Dimeriahkan dengan Aksi Kreativitas Akademik dan Budaya (AKRAB), dengan menampilkan aneka lomba Akademik dan Olahraga, serta Pentas Seni Mahasiswa,

    Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Dr.Setia Gumelar,M.Si, mengatakan kegiatan tersebut merupakan momen strategis dalam upaya mengantisipasi sekaligus menjawab tantangan dan tuntutan zaman yang kian kompetitif. Dalam pekan ilmiah II sudah terkumpul 120 tulisan callpapaer proseding seminar, rencananya akan di ekpose dalam proseding ber-ISBN, bagi yang berkualitas akan mendapat sertifikat HAKI.

    “ Pekan ilmiah II  ini  menjadi wahana peningkatanmutu akademik,  budaya literasi dan publikasi ilmiah bagi para dosen FAH, termasuk dosen luar yakni   UI, UGM, Unpad, Unisma  dan UPI,”Ujar Setia Senin,23/10/2017 di Gedung Auditorium .

    Dekan Setia berharap, Pekan Ilmiah ini  bisa menjawab dan menjadi solusi problematika   era globalisasi . Sebab, kalau mengacu Permendikbud No 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional  Pendidikan Tinggi, maka Pekan Ilmiah ini sangat penting.Faktanya masih banyak problem, terutama lemahnya budaya akademik di kalangan mahasiswa dan dosen  di Indonesia. Lalu diperparah dengan banyaknya lulusan perguruan tinggi yang kurang siap pakai.

    Rektor  UIN Bandung, Prof Dr H Mahmud M.Si  sangat mengapresiasi  dengan diselenggarakannya Pekan Ilmiah ini. Diharapkan menjadi momen penting upaya memberi motivasi  dan membuka wawasan intelektual sivitas akademika, khususnya di FAH.

    Diakui Rektor, UIN Sunan Gunung Djati Bandung  tercatat  sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN)  yang memiliki  sertifikat  HAKI  terbanyak di Indonesia.

     Rektor berencana akan menata dan  membenahi aspek pengajaran, jangan sampai ada kegiatan belajar mengajar (KBM) yang terhenti karena dosennya sedang ada di luar.Karena itu,  Rektor akan merealisasikan e-learning, minimal dua kelas per jurusan, agar bisa KBM jarak jauh. 

    Rektor meminta para dosen terus meningkatan tradisi membaca dan menulis bagi para dosen agar bisa membangun UIN Bandung kedepan unggul dan kompetitif.(Harry)

    Comments

    Nama  
    Email  
    Komentar  
    Komentar Anda akan muncul setelah disetujui oleh Admin
  • web design by javwebnet