• Pimpin LASQI Jabar Imas Nuraini Ingin Bangkitkan Seni Qasidah

  • Berita  
  • 67 view  
  • 0 comments
  •  Bandung. BEDAnews.com

    Qasidah sebagai sebuah genre seni musik seiring perkembangan zaman mulai ditinggalkan oleh generasi sekarang karena dinilai kampungan, padahal Qasidah merupakan salah satu sarana untuk syiar agama melalui syair, genre musik yang memiliki pesan moral, pesan pendidikan, pesan keagamaan mendalam.

    Hal ini diungkapkan Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat yang membidangi masalah Hak Azasi Manusia,  Hj. Imas Noeraini, S.Pd.I. kepada BEDAnews.com diruang kerjanya di. Jl.Diponegoro 27 Bandung, Senin (30/10).

    Dikatakan Ketua harian LASQI (Lembaga Seni Qasidah) Jabar periode 2017-2023 yang baru dilantik oleh Gubernur jabar Ahmad Heryawan hari Jum’at (27/10) ini.  Pihaknya merasa perlu menghidupkan dan mengembangkan seni Qasidah karena dinilainya remaja sekarang lebih menggandrungi musik-musik modern.

    Menurutnya, untuk mengimbangi hal tersebut, pihaknya pun akan memodernisasi seni Qasidah agar bisa diterima remaja saat ini. ”Dulu kan hanya sekedar genjring atau rebana. Nah, sekarang ini dikolaborasi dengan full musik seperti musik populer dengan keyboard, biola, dan lainnya , cuma ini kan syairnya nuansa Islami,” katanya.

    Politisi partai Hanura yang berangkat ke DPRD jabar dari daerah pemilihan kab. Bandung dan Kab. Bandung Barat ini, mengungkapkan para pemerhati seni qasidah memintanya untuk jadi ketua harian, Lasqi jabar agar bisa membina dan membangkitkan lagi seni qasidah yang banyak ditinggalkan anak muda ini, dan bisa bangkit lagi serta disukai oleh remaja-remaja  pada umumnya terutama mereka yang dipesantren.

    Mantan Qoriah Nasional yang kerap didaulat sebagai pembaca Ayat suci al Quran pada kegiatan di pemerintahan maupun di DPRD jabar ini, bersyukur dipercaya Gubernur sebagai ketua harian Lasqi jabar karena itu bertekad dengan kepecayaan dari Gubernur itu, untuk mengangkat kembali bagaimana qasidah sebagai seni yang bernuansa islami ini,  kembali disukai oleh masyarakat terutama di pesantren-pesantren yang pastinya masih ada,  hanya tidak ada yang mempelopori, membimbing dan membina. Padahal  pesantren  di Jabar ini cukup banyak,

    Saya sangat senang sekali mungkin karena ini panggilan jiwa, karena saya berasal dari lingkungan sana  background saya dulu santri. Dan karena memang ini kewajiban saya, karena silaturahminya, syiarnya, seni Qasidah juga sebagai sarana syiar lewat syair, apalagi qasidah ini ada di pesantren-pesantren, kita juga ingin agar mereka yang berbakat dibidang ini mampu menunjukkan kemampuannya yang biasanya dari qoriah-qoriah,  tetapi saya ingin ini bukan hanya dipesantren-pesantren saja, Qasidah juga berkembang di masyarakat. 

    Dalam langkah awal pembinaannya Imas akan membawa Kontingen seni Qasidah jabar pada festival musik Qasidah yang berlangsung 18 sampai 23 November ini. “Kita optimis Tim Qosidah yang kita kirim  nanti mampu mengukir prestasi terbaik.” Ujarnya.

    Seraya ingat akan pesan gubernur saat melantiknya, “Dari santri juga  Alhamdulillah saya jadi gubernur makanya ayo santri jangan malu-malau harus Pede,.”ujarnya@hermantz

    Comments

    Nama  
    Email  
    Komentar  
    Komentar Anda akan muncul setelah disetujui oleh Admin
  • web design by javwebnet