• PKL Arcamanik Adukan Disorda ke DPRD Jabar

  • Berita  
  • 18 view  
  • 0 comments
  •  Bandung BEDAnews.com

    Puluhan Pedagang kaki lima yang biasa berada di sekitaran  Sarana Olah Raga  (SOR) Arcamanik kantor dinas Olah raga dan pemuda Jawa Barat, Senin (13/11/2017) mendatangi DPRD Provinsi Jawa Barat untuk mengadukan Dinas Olah Raga dan Pemuda Jawa Barat. serta menuntut kadis orda Jabar untuk mundur dari jabatannya.

    Para Pedagang yang juga didukung ormas, dan lsm ini melakukan aksi unjuk rasa terkait permasalahan yang terjadi di sekitar Sport Jabar, Arcamanik, Kota Bandung, di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat. Jl diponegoro 27 Bandung.

    aksi massa menuntut Kadisorda Provinsi Jawa Barat untuk mundur dari jabatannya dan menuntut Gubernur Jawa Barat untuk segera membuka akses seluas luasnya kepada masyarakat setempat untuk dapat berkegiatan di dalam Sport Jabar.

    Perwakilan pengunjuk rasa diterima Sekretaris Komisi V DPRD Jabar Tetep Abdul latif,  di ruang rapat Komisi V DPRD Jabar.

    Tetep meminta  para penginjuk rasa untuk dapat menjaga kondusifitas dan dapat menciptakan solusi yang tidak menimbulkan kerugian bagi semua pihak. Seraya menjanjikan  pihaknya berencana untuk memanggil Kadispora Jabar guna meminta informasi lebih lanjut terkait permasalahan yang terjadi di Sport Jabar Arcamanik ini.

    "Kita ingin ada solusi yang menenangkan kedua belah pihak dan tidak ada yang dirugikan, Kita cari win win solution bagi kedua belah pihak. Mereka juga masyarakat Arcamanik yang perlu mendapatkan fasilitas dan ini bisa diselesaikan dengan cara duduk bersama" ujar Tetep.

    Politisi PKS ini menyayangkan kejadian ini, mengingat pembangunan Sport Center Jabar ini masih dalam proses penyempurnaan.  Diharapkannya permasalahan ini kedepan tidak akan mempengaruhi jalannya pembangunan Sport Center kebanggaan masyarakat Jawa Barat ini

    Sementara Ketua Forum Masyarakat, OKP dan LSM Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Ato Suprapto mengatakan adapun permasalahan lingkungan yang terjadi setelah Sport Jabar dibangun, adalah banjir yang menimpa masyarakat sekitar. Belum lagi dampak sosial yang dirasakan oleh masyarakat di sekitar kawasan tersebut,seperti macet, dan tertutupnya lahan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

     Ato berh arap dengan telah dilakukannya audiensi antara Forum OKP, Ormas, LSM, dan PKL ini dapat menghasilkan solusi yang baik bagi kedua belah pihak. Selain itu Ia berharap adanya keterbukaan komunikasi dari pihak eksekutif dalam hal ini Dinas Olahraga dan Pemuda Jawa Barat agar masalah dapat cepat terselesaikan

    Comments

    Nama  
    Email  
    Komentar  
    Komentar Anda akan muncul setelah disetujui oleh Admin
  • web design by javwebnet