• Pondok Indah BB Perumahan Elit Untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah

  • Berita  
  • 138 view  
  • 0 comments
  • SULTENG, BEDAnews.com - Memasuki Era Ekonomi Digitalisasi dan Industrialisasi, kebutuhan akan hunian atau perumahan sangat dibutuhkan. Bagi sebagian masyarakat berpenghasilan rendah, memiliki rumah sendiri masih sebatas impian. Harga rumah terus melambung tak terjangkau oleh pendapatan yang mereka terima. 

    Solusi dari persoalan itu, Pemerintah bergegas menyediakan rumah yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di berbagai provisi lewat Program Sejuta Rumah sejak tahun 2015. Dengan uang muka 1% dan cicilan Rp. 800 ribu – Rp. 1,3 juta, rumah seluas 25 m2 dengan luas tanah 60 m2 sudah bisa dihuni.

    Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera), Syarif Burhanuddin, menjelaskan sebanyak 600.000 rumah diperuntukkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sementara 400.000 rumah lainnya untuk masyarkaat non-MBR. 

    Rumah yang diperuntukkan bagi MBR tentu dilengkapi sistem KPR subsidi yang meringankan. Mekanisme penjualan rumah non-MBR diserahkan sepenuhnya kepada pihak pengembang serta bank selaku penyedia KPR. Hal ini diharapkan bisa membantu MBR untuk memiliki hunian pribadi sehingga kesejahteraan rakyat juga bisa terus meningkat dari tahun ke tahun. 

    PT. Mulia Jaya Karya, Developer mengembangkan lahan seluas 1,7 hektar di Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah di tahun 2014 hingga 2018, telah mengembangkan perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Perumahan bernama Pondok Indah Boya Baliase tersebut rencananya akan berisi 160 unit dengan tipe luasan 36/98 meter persegi, dan tipe 45/105 meter persegi. 

    Direktur PT. Mulia Jaya Karya, yang diwakili staf pengembangan, Nur Maya
    mengatakan, saat ini pembangunan perumahan telah terbangun 128 unit dari rencana 160 unit. Untuk tipe 36, terbangun 116 unit dan untuk tipe 45, sudah direalisasi 12 unit.

    Sementara untuk persyaratan uang muka atau DP, pihaknya memberikan kemudahan 5 persen dari harga jual dan ditambah adanya Subsidi Bantuan Uang Muka Rp 4 juta per unit.

    "Untuk tipe subsidi 36 harga penjualan Rp. 136 juta dikalikan 5 persen kemudian dikurangi subsidi Rp. 4 juta. Sedangkan untuk tipe 45, harga jual Rp. 185 juta dengan DP berkisar 10 persen”, jelas Nur Maya, di Sigi, Sabtu (10/02/2018).

    Selain itu kata Nur Maya,  untuk mendapatkan persyaratan memiliki hunian tipe 36 atau 45 pihaknya melayani semua lapisan masyarakat dan lebih diutamakan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). "Silakan ke alamat kantor jalan Sokintanga No 36, Sigi atau bisa ke WA. 08114552639," ungkap Nur Maya.

    Menurut Nur Maya, hal lain yang juga menjadi perhatian pihaknya dalam pengembangan perumahan yakni kemudahan akses jalan. "Pada tahun 2016 dan 2018, pihak kami mulai mengajukan bantuan PSU untuk sarana kelengkapan berupa jalan lingkungan perumahan dan hasilnya dapat terealisasi baik," ungkapnya. (Rahmad Nur)

     

    Comments

    Nama  
    Email  
    Komentar  
    Komentar Anda akan muncul setelah disetujui oleh Admin
  • web design by javwebnet