• RSUD Ciamis Tak Mampu Mengelak Limbah B3 Berserakan Dan Tercampur Dengan Limbah Domestik

  • Berita  
  • 204 view  
  • 0 comments
  • Ciamis,BEDAnews

    Tata kelola limbah medis yang dikategorikan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) sudah jelas kudu merujuk kepada aturan & regulasi. Limbah medis tidak boleh ditangani asal-asalan apalagi tercecer hingga berserakan terlebih bercampur di pembuangan sampah biasa (domestik) lantaran limbah B3 bisa mengakibatkan pencemaran lingkungan hingga mengancam dan membahyakan kesehatan. Regulasi yang ada mengatur tatakelola yakni: Peraturan mentri LHK no 56 tahun 2015, sangsinya pada UUD no 32 tahun 2009, Perbup no 63 tahun 2015 tentang persyaratan lokasi, bangunan dan cara penyimpanan sementra limbah B3, pengankutan, pemanfaatan & penghancuran.

    Bagian Sanitasi, Nani dan Hj Ela, bersama Kasubag TU RSUD Ciamis, H Ajis tak mampu berkelit dengan fakta dugaan kesengajaan atawa kelalaian penangangan Limbah Rumahsakit dengan ditemukan selang bekas infusan, kapas, kaos tangan karet bekas dan lainnya berada di kontainer sampah domestik milik dinas persampahan serta jarum suntik bekas berserakan di wilayah TPS RSUD, bahkan di ruangan yang katanya TPS lama saat bersama BEDAnews.com melihat kondisi TPS RSUD, jumat (24/8/2018).

    Sementara itu di ruang kerja Kasubag TU RSUD Ciamis, Direktur RSUD Ciamis, Aceng Solahudin memberikan keterangan pihaknya dalam perlakuan sampah terlebih limbah B3 sudah ada SOPnya, namun sepertunya tidak mampu berbuat banyak dengan situasi dan kondisi yang ada "Ada limbah medis infeksius dan non infeksius, kami ada SOP" ujar Aceng Solahudin, ia pun mengatkan ada tukang pemulung/rongsok yang suka mengaduk-aduk dan memunguti sampah yang masih bernilai ekonomis.

    "Selain ada SOP mereka sudah di bekali dengan pengetahuan membela diri dengan situasi bahayanya penanganan limbah medis diawali pelatihan juga sudah diingatkan, kami sudah berupaya maksimal" ujar Direktur RSUD Ciamis, di mana telah tersedia tempat sampah khusus untuk limbah B3 dan domestik, selanjutnya di simpan di TPS, dan limbah B3 dengan produksi perbulan 1ton ujar Direktur di kerjasamakan kepada pihak ketiga untuk pengangkutan dan pengahcurannya.

    Petugas sanitasi yang sepertinya tidak begitu sigap dengan fakta di TPS yang katanya nanti dibereskan, Nani tidak membantah kejadian serupa terjadi "Dalam laporan kepatuhan memang tidak 100 %, kadang- kadang ada aja yang salah naro" ujar Nani, terangnya sebelumnya ruangan sampah sempat di gembok namun dua kali gembok ambrol. Terkait keberadaan aktifitas pemulung sampah mengambil limbah medis, ia tidak bisa bisa berbuat banyak dan tegas melarang.

    Sementara itu, H Ajis menyingkapi fakta ini ia karena tidak diketahui ruangan mana yang diduga membuang atawa teledor mencampur limbah B3 dengan limbah domestik hingga berakhir di kontainer TPS akan lebih optimal bekerjasama dengan pihak sanitasi melakukan pendeteksian, dan pencegahan "SOP sudah ada, tiap hari diingatkan, ini akibat SDM atau prilaku" terang Ajis.  (Abraham)

     

     

     

    Comments

    Nama  
    Email  
    Komentar  
    Komentar Anda akan muncul setelah disetujui oleh Admin
  • web design by javwebnet