• Sembako Mahal ! Pemerintah Tak Bisa Salahkan Pedagang

  • Berita  
  • 59 view  
  • 0 comments
  •  Bandung BEDAnews.com

    Meskipun Pemerintah melalui Kementerian Perdegangan (Kemendag) telah menetapkan HET beras untuk kualitas medium di kisaran Rp 9.450/kilogram tetapi dilapangan tetap  adanya perbedaan harga jual sembako terutama beras di setiap daerah, padahal  telah di tetapkan batas harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp 10.000 - 11.000 per kilogram.

    Menyikapi adanya perbedaan tersebut anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat Didi sukardi, SE , menilai pedagang tidak bisa dikenakan sanksi meskipun menjual beras medium di atas harga eceran tertinggi (HET) .

    Padahal Pemerintah melalui Kementerian Perdegangan (Kemendag) telah menetapkan HET beras untuk kualitas medium di kisaran Rp 9.450/kilogram.

    "Gak bisa kita memberi sanski kepada pedagang, dia menjual sesuai dengan harga yang dia beli," tutur Didi kepada wartawan di gedung dewan jalan Diponegoro no 27 Bandung, Senin (9/4).

    Dijelaskan Politisi PKS ini,  HET beras biasanya diserahkan kepada mekanisme pasar. Jika harga ingin sesuai dengan HET yang ditetapkan atau sesuai Permendag Nomor 57 tahun 2017 tentang HET Beras, maka Pemerintah harus ikut berperan.

    Kalau pemerintah menilai itu harganya mahal, suplai dong beras kualitasnya bagus dengan harga terjangkau,tutur wakil rakyat daerah pemilihan Kuningan ini.

    Diyakininya, jika Pemerintah tidak bisa mengendalikan harga. Para pedagang akan tetap mengikuti harga sesuai mekanisme pasar, karena itu pemerintah harus ikut mengendalikan dengan operasi pasar atau apapun namanya sehingga harga akan mengikuti mekanisme pasar, pungkas Didi.@hermantz

    Comments

    Nama  
    Email  
    Komentar  
    Komentar Anda akan muncul setelah disetujui oleh Admin
  • web design by javwebnet