• Sertipikat Ditolak Bank, BPN Ciamis Menduga Ada Oknum Nakal

  • Berita  
  • 149 view  
  • 0 comments
  • Ciamis,BEDAnews

    Kasi Hubungan Hukum Pertanahan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Ciamis, Kustiawan didampingi Kasi Tata Usaha, Mastur setelah beberapa lama bersama setafnya mengobrak abrik arsip mengatakan ditolaknya seripikat tanah milik Ag oleh Bank lantaran diduga ada oknum nakal pun sertpikatnya diduga aspal alias asli tapi palsu.

    Dugaan itu dilontarkannya, kamis (12/4/2018) di Kantor Pertanahan Kabupaten Ciamis saat dikonvirmasi BEDAnews.com terkait sertipikat hak milik atas tanah yang ditolak perbankan saat mau dijadikan jaminan kredit pinjaman. Di ungkapkan Kustiawan, sertipikat A/N Pemegang Hak Dg tidak ada kelengkapan tanda tangan, diduga tandatangan palsu, tidak ada nomor Hak Milik, dan nomor pembukuan apa pun, serta Warkah.

    Secara kasat mata saja tanda tangan sepertinya beda dengan tanda tangan asli Kepala Kantor ”Saya bukan polisi tidak ada kewenagan penyelidikakn asli atau palsu, cuman kan kita musti antisipasi, jadi kalaupun sudah ada nomor semua saya lapor dulu sama Pak Kepala” kata Kustiawan 

    “Kami mau melanjutkan penelitian karena tidak serta merta semua yang daftar kesini sertifikatnya jadi, apakah itu harus di tangguhkan karena kurang persyaratan seperti riwayat tanah dan sebagainya, dan ini sertipikat UKM” ujar Kustiawan, namun di KKP (komputerisisasi Kantor pertanahan) ada. Selanjutnya ujar Kustiawan, ia akan melaporkan hal tersebut kepada Pimpinannya dan betut tidaknya ada oknum nakal terutama dugaan mengarah ke internal atawa aspal, hingga mungkin  diterbitkan berita acara penggantian membutuhkan waktu.

    Pada kesempatan itu ia menjelaskan Sertipikat UKM “Ini keluar bersifat peroyek dan masal, Proyek UKM (Usaha Kecil Menengah) dimana Negara memberikan anggaran melalui Kemenkop dan Dinas UKM di Ciamis ke Disindagkop, lalu Indagkop nyari dan memverifikasi pelaku UKM sebagai penerima peroyek atawa penerima manfaat untuk mensertifikatkan tanah miliknya secara geratis bekerjasama dengan BPN melaksanakan peroyek Sertipikat tanah UKM” terangnya.

    Sementara itu pihak Ag memberikan keterangan sertipikat itu namanya Sertipikat UKM yang membuatnya bingung lantaran Perbankan menolak hingga tertahanlah niatan mendapatkan suntikan dana guna menamah modal usahanya. “Tahun 2014 silam tidaklah geratis namun bayar Rp 1 jutaan melalui Desa,ini sertipikat bagikan kendaraan bermotor tidak ber BPKB dan tidak bisa dijaminkan ke Bank” ujarnya.

    Sampai berita ini diturunkan, pihak Disindagkop Kabupaten Ciamis dan pihak Desa Imbanagara Raya belum berhasil dikonvirmasi.   (abraham) 

     

    Comments

    Nama  
    Email  
    Komentar  
    Komentar Anda akan muncul setelah disetujui oleh Admin
  • web design by javwebnet