• Tunggakan Belum Dibayar, Nyaris Setahun SMK HEPWETI Ciamis Tahan Ijazah DB

  • Berita  
  • 102 view  
  • 0 comments
  • Ciamis,BEDAnews

    Nyaris satu Tahun ajaran, DB almamater kelas Akutansi2 tahun ajaran 2016-2017 atawa panggil saja Yayang, Ijazahnya alias Surat TandaTamat Belajar ditahan pihak Sekolah Menengah Kejuruan HEPWETI lantaran belum mampu bayar tunggakan. Tiga tahun menempuh pelajaran seperti tak berarti  “Kan anak saya mau kerja, minta potokopian Ijazah tidak dikasih oleh sekolah apalagi Ijazah asli, harus bawa uang melunasi dulu” kata NN( bunda Yayang) di rumahnya  kepada BEDAnews.com .

    Anak cikal dari 4 bersaudara warga kecamatan Ciamis dari kalangan keluarga pra sejahtera  dengan  perekonomian keluarga yang cenderung morat-marit dan masih nganggur ini bertekat nantinya dengan berbekal Ijazah ia akan melamar pekerjaan yang tentunya meyakini bisa  membayar tunggakan ke sekolah dimana ia pernah mengenyam pendidikan. Yayang dan budanya menerangkan sampai dua kali mendatangi sekolah dan berusaha menemui Kepsek untuk memohon kebijakan “Kepseknya selalu tidak ada ditempat, dan hanya bertemu TU makanya minta pokopian saja kami tidak dikasih” ujar NN.

    Ditambahkannya pula sempat disuruh ngambil uang di Bank terus diminta sekolah seluruhnya katanya untuk membayar tunggakan, terus menjelang ujian membayar RP 300 ribu namun tetap saja tidak mengurangi tunggakan. Sementara itu dari informasi yang diperoleh dari pihak sekolah tunggakan Yayang sejumlah Rp 2.260.000 dengan rincian: SPP 15 Bulan Rp 1.125.000, Biaya ujan Rp 500 ribu, PRAKERIN Rp 425 ribu, Perpisahan Rpp 210 ribu.

    Kepsek SMK HEPWETI,  Asep Iyus mengatakan pernah pula ada datang LSM dengan keadaan mabuk mendatanginya meminta Ijazah muridnya yang ditahan, ia mengaku mersa tidak takut malah untuk menghadapinya bisa mengerahkan pasukan, sekolah yang dikepalainya adalah sekolah sewasta “Kita mau dari mana lagi kalau bukan dari siswa, hanya saja bila ada yang mempunyai KIP, atau pun Surat Keterangan tidak mampu, kami pun mempunyai kebijakan.  Jika bertemu saya kan katanya lain, saya bisa bicarakan kepada Yayasan dan mengambil kebijakan atau keringanan” kata Asep.  Ia mengharapkan pihak yayang untuk bisa menemuinya agar bisa ada jalan keluar dari permasalah Ijazahnya.

    Sementara itu, Ketua MKKS SMK, Hadi Sumantoro selasa dihubungi via phonsel dimintai tanggapannya bolehkah sekolah menahan Ijazah murid yang nunggak utang, “Intervensi kita hanya di bagaimana kegiatan belajar mengajar, tidak ke hal itu” katanya dibalik phonsell. Sedangkan masalah itu adalah ikhwal interen Sekolah dengan Yayasan. (abraham)

     

    Comments

    Nama  
    Email  
    Komentar  
    Komentar Anda akan muncul setelah disetujui oleh Admin
  • web design by javwebnet