Ajaran Al-Idrisiyyah Diduga Sesat

  • 14544 views

Tasikmalaya, BEDAnews

Musyawarah dan Silaturahmi antar-Ulama, Pemerintah dan Tokoh Masyara­kat Tasikmalaya dengan tema “Damai tanpa Maksiat dan Ajaran Sesat” yang digagas Ikatan Ki­ai Muda (IKM) Kota Tasikmalaya, di gelar di Ge­dung Dakwah Islamiyah, Jalan Masjid Agung, Jumat (26/5).

Dalam musyawarah tersebut, dinyatakan bahwa ajar­an yang diajarkan di Pesantren Al-Idrisiyyah, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, diduga menyimpang dari aturan Islam.

Penyimpangan tersebut, kata Penga­suh Ponpes Sulalatuh Huda Paseh, KH. Aminudin Bustomi, yaitu penggunaan gelar “Radiyallahu Anhu” diperuntukkan bagi para sahabat Nabi Muhammad SAW, dan Imam Madzhab yang empat. “Dan di Al-Idrisiyyah menggunakan gelar itu terhadap Guru ajarannya, kata Amin.

Dengan satu contoh tadi (penggunaan gelar Radiallahu Anhu), Ia pun mendo­rong MUI Kabupaten dan Kota Tasik­malaya untuk proaktif menempuh meka­nisme pengeluaran fatwa sesat kepada MUI Pusat.

Selanjutnya dengan difasilitasi IKM, para Ula­ma Kota Tasik akan melakukan Muja­dalah (Debat) tentang materi yang diaja­rkan Al-Idrissiyah. Antara lain mengenai Makna Wasilah dan Washittoh, Hukum Syahadat tiga, Makna Khlifaturrosul, dan “Rodiyallahu ‘Anhu” yang disandingkan dengan jabatan seseorang, Ma’na Mahabbah Wa Taslim yang didoktrinkan untuk taat secara mutlak terhadap guru, Tafsir Surat Al-Fatihah ayat ke-5, serta hukum pernikahan antara laki-laki dengan Ibu mertua istri.

Serta langkah terakhir dengan Mubahalah (Doa bersama) meminta kepada Allah Swt dengan bunyi doa, “Ya Allah, jika kami yang salah, laknatlah kami. Jika kami yang benar menurut-Mu, bukalah pintu pertolongan-Mu,” ujar Amin.

Ketua MUI Kota Tasikmalaya, KH. Acef Noor Mubarok pun bernada sama. Akan tetapi, pembahasan yang dilakukan dia dengan KH. Cecep Mubin dan KH. Ijad Noorjaman, baru sebatas prolog, karena belum pada kajian-kajian makna mengenai dugaan sesatnya ajaran Al-Idrisiyyah.

Namun, menurut KH. Ijad, kalau Tareqat Al-Idrisiyyah tidak sesat karena termasuk dalam Tarekat Al-Muktabaroh. “Hanya oknum di dalamnya saja yang kita duga sesat,” terang dia.

Dengan kajian awal tersebut, Sekjen IKM, H. M. Ate Furqon, akan menjadikan hasil “bathsul matsail” (musyawarah kajian) ini untuk dijadikan rekomendasi pengeluaran fatwa tentang Al-Idrisiyyah kepada MUI Pusat. “Karena yang berwenang MUI Pusat,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Agus Wahyudin menilai apa yang dilakukan IKM dengan para Ulama mengenai solusi menyikapi Al-Idrisiyyah sangat tepat. Menurutnya, urusan Agama bukan ranah daerah, tetapi pusat. Ditambah Undang-Undang No. 32 tentang Pemerintahan Daerah juga mengatur hal itu, bahwa sesat tidak sesat diputuskan MUI Pusat, tegasnya.

“Nah sekarang, kajian ini tinggal diperdalam lagi dan hasilnya direkomendasikan ke Pemerintah Pusat atau MUI pusat,” jelasnya. (Sighar)

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Bedanews, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
jasa pembuatan website murah
©2008 Bedanews All right reserved
jasa pembuatan website murah
jasa pembuatan website
beda itu pilihan......beda itu pilihan......    |    TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA.....    |