Amankan Suara Jokowi, TKD Jabar Konsolidasi Saksi

  • 38 views

BANDUNG. Bedanews

Sekretaris Tim Kampanye Daerah (TKD) Joko Widodo-Ma’ruf Amin Jawa Barat Abdy Yuhana berharap, proses pengamanan suara pasangan calon nomor urut 01, dapat berjalan lancar.

Terkait hal tersebut, TKD Jokowi-Ma’ruf Jabar, menggelar pertemuan guna membahas rekrutmen saksi yang nantinya akan ditempatkan di setiap tempat pemungutan suara (TPS) guna mengawal proses pencoblosan saat Pemilihan Umum mendatang.

“Hari ini dibahas bagaimana metoda untuk melakukan rekrutmen saksi di Jawa Barat yang sejumlah 138.050 TPS. Kami sudah pastikan bahwa saksi yang akan hadir itu adalah dua, yang tugasnya melakukan pengamanan TPS-TPS di Jawa Barat,” jelas Abdy, di sela rapat pembahasan rekrutmen saksi, di Hotel Horison Bandung, Senin (18/3).

Menurut Abdy, Jabar merupakan wilayah lumbung suara terpenting, karenanya pengamanan suara harus dideteksi sejak dini, serta disiapkan secara matang.

TKD Jabar, kata Abdy, memprioritaskan warga setempat untuk menjadi saksi.

"Para saksi ini tentunya harus memahami dan mengetahui cara mengisi formulir C1. Formulir C1 merupakan bukti otentik, guna memeroleh penghitungan suara riil pasangan calon," ungkapnya.

Ia menambahkan, selain melakukan pengawalan suara pasangan 01, para saksi ini nantinya juga mempunyai tugas untuk mendongkrak partisipasi pemilih pada Pemilu 2019.

“Partisipasinya kita targetkan sekitar 85-90 persen. Kalau di Jawa Barat memang selama ini partisipasi pemilih itu sekitar 67-70 persen. Untuk pastikan kemenangan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, partisipasi pemilih harus tinggi,” tandasnya.

Disisi lain, Abdy mengatakan, seiring semakin gencarnya serangan hoax dan fitnah yang dialamatkan kepada Jokowi-Ma uf di Jabar, pihaknya juga telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Antihoaks.

Menurutnya, Satgas Antihoaks ini bertugas mendeteksi setiap potensi penyebaran hoax dan fitnah, terutama di media sosial (medsos) sekaligus melaporkan setiap temuan hoax dan fitnah tersebut.


"Hoax ini bertentangan dengan hukum, jadi harus diusut secara hukum," kata Abdy.

Abdy mengatakan, semakin mendekati hari pencoblosan Pilpres 2019, hoaks dan fitnah yang dialamatkan kepada Jokowi-Ma uf semakin masif.

Jika tidak diantisipasi, dikhawatirkan akan menggerus elektabilitas Jokowi-Mar uf.

"Dampaknya pada elektabilitas. Masyarakat awam kalau disuguhkan informasi menyesatkan pasti terpengaruh," tandasnya. [mae]

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Bedanews, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
jasa pembuatan website murah
©2008 Bedanews All right reserved
jasa pembuatan website murah
jasa pembuatan website
beda itu pilihan......beda itu pilihan......    |    TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA.....    |