FP3I: Tantangan Profesionalisme Pers dan Kesejahteraan Wartawan, Quo Vadis?

  • 165 views

Jakarta, BEDAnews.com

Pers profesional harus memenuhi beberapa syarat selain kualitas wartawan yang memenuhi kompetensi juga Institusi pers yang memenuhi legalitas serta manajemen yang baik.

“Adakah keterkaitan atau relevansi antara profesionalisme pers dengan kesejahteraan para wartawannya dan ada berapa jumlah pers yang memenuhi syarat tersebut,”? ungkap Harun Ketua Umum Forum Pengembangam Pewarta Profesional Indonesia (FP3I) Muhammad Harun dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat.

Menurut Cak Harun, di lain pihak kebebasan pers dan kebebasan mendirikan usaha pers di Indonesia dilindungi oleh undang-undang. Namun ikhtiar menjadikan Pers profesional yang sekaligus mensejahterakan para wartawannya juga menjadi amanah undang-undang ketenagakerjaan.

“Lantas, jika di lapangan banyak wartawan tanpa digaji dari medianya lalu di mana letak benang merahnya?,” ujar Harun penuh tanya lagi, seraya menambahkan hal inilah yang harus segera di carikan solusinya sehingga keduanya bisa berjalan sesuai dengan koridornya masing-masing.

Menurutnya, profesi Pers identik dengan kerja intelektual yang menuntut stamina dan asupan energi yang ekstra sehingga ini jelas terkait dengan masalah kesejahteraan.

Ditambahkan lagi oleh M. Harun bahwa, untuk mempercepat proses pembinaan terhadap insan pers agar lebih berkualitas dan kompeten sebagai pers professional memang membutuhkan perjuangan berat.

“Langkah yang perlu didukung oleh kita semua adalah verifikasi dan sertifikasi yang sesuai dengan imbauan Dewan Pers baik  untuk wartawannnya maupun institusi/perusahaan penerbit persnya sehingga seleksi alam akan terjadi, mana pers yang bisa dibina dan dikembangkan dan mana pula pers yang harus ditinggalkan,” pungkas Harun.

Terkait kesejahteraan wartawan, Harun berpendapat, sulit menilai persoalan kesejahteraan wartawan Indonesia, karena standarisasi gaji bagi wartawan professional saja hingga saat ini konon masih belum jelas bila dibandingkan gaji wartawan di kawasan Asean, berapa kisarannya apa sesuai UMR atau profesi lainnya?

“Lebih sulit lagi saya menjawabnya bila pekerja pers di Indonesia dikaitkan dengan masalah kesejahteraan, tentu sangat relatif menurut standarisasi UMR. Dan lebih tambah sulit lagi saya menjawab bila ada sebagian pekerja pers tanpa ada gaji dari perusahaannya,“ keluh Harun. (Red).       

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Bedanews, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
jasa pembuatan website murah
©2008 Bedanews All right reserved
jasa pembuatan website murah
jasa pembuatan website
beda itu pilihan......beda itu pilihan......    |    TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA.....    |