Heppy Trenggono: Nasionalisme Ekonomi Trump Hebat, Bagaimana Dengan Jokowi?

  • 566 views

 Jakarta, BEDAnews.com

"China tidak pernah tulus sebagai teman".

"China memanipulasi kurs".

"Yang dilakukan China kepada kita sangat buruk sekali".

"China menggunakan kita untuk membangun negara mereka sendiri".

"Kita tidak boleh biarkan lapangan kerja dicuri bangsa lain".

"Kita menjadi sulit karena perjanjian perdagangan yang tidak adil bagi Amerika".

Itulah kalimat yang secara blak blakan disampaikan selama kampanye maupun pada saat debat  oleh Donald Trump.

Akhirnya sejarah mencatat Trump terpilih sebagai Presiden amerika yang ke 45!

Kemenangan Trump tidak terlepas karena rakyat Amerika menangkap sebuah pembelaan yang jelas yang ditunjukkan oleh Trump kepada kepentingan Amerika. Di tengah isu globalisasi, Trump adalah harapan baru yang mewakili keinginan rakyat Amerika agar pemerintah lebih memprioritaskan kepentingan bangsanya dibanding kepentingan bangsa lain, yang melihat globalisasi tidak serta merta memberikan manfaat jika tidak dilakukan secara adil, yang melihat bahwa China adalah ancaman yang nyata bagi bangsa Amerika.

Rakyat Amerika lebih memilih Trump karena nasionalismenya, rakyat Amerika memilih untuk memaafkan sikap arogan Trump  karena memposisikan pembelaan terhadap kepentingan nasional jauh lebih penting.

Sementara disisi lain Hillary Clinton dipersepsikan mengkhianati bangsanya sendiri, menjual Amerika kepada negara lain.

Amerika akhirnya mengajarkan kepada kita bahwa kepentingan nasional harus dibela, bahwa globalisasi bukan untuk menggantikan nasionalisme, bahwa kepentingan bangsa sendiri harus ditempatkan di atas segala galanya.

Indonesia menghadapi ancaman dengan skala yang lebih buruk dibanding Amerika

Sumber daya alam sudah lama dikuasai asing, pasar dalam negeri didominasi produk asing, kepentingan China hadir secara massive, BUMN tergadai satu persatu kepada China, orang orang China mulai banjir di Indonesia, bahkan buruh China mulai mengisi lapangan kerja di Indonesia di tengah sulitnya anak bangsa mencari pekerjaan.

Berbicara tentang Trump, nasionalisme ekonominya perlu kita jadikan inspirasi, sementara hal yang lain, tentang islam, tentang karakter, bangsa Indonesia memiliki norma sendiri.

Yang menjadi pertanyaan, dimanakah Jokowi berada dalam persoalan nasionalisme ekonomi ini?

Apakah Jokowi memiliki pandangan dan kesadaran sama seperti yang ditunjukkan oleh Donald Trump, atau sebaliknya?

Ataukah justru ada benang merah  antara kepentingan China dengan  pembelaan Jokowi kepada Ahok?

Oleh Heppy Trenggono, Presiden IIBF

 

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Bedanews, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
jasa pembuatan website murah
©2008 Bedanews All right reserved
jasa pembuatan website murah
jasa pembuatan website
beda itu pilihan......beda itu pilihan......    |    TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA.....    |