Pengamat: Kampanye Hitam di Karawang Bentuk Frustasi Politik

  • 55 views

Bandung, BEDAnews

Direktur Eksekutif Lingkar Kajian Komunikasi Politik (LKKP) Adiyana Slamet menilai kampanye hitam terhadap pasangan capres-cawapres nomor urut 01 (Jokowi-Ma uf), di Kabupaten Karawang merupakan bentuk frustasi politik.

Hal itu diungkapka Adiyana menanggapi beredarnya video viral tiga ibu-ibu anggota relawan Pepes (Partai Emak-emak Pendukung Prabowo-Sandi) yang diduga melakukan kampanye hitam dan menyudutkan pasangan Joko Widodo - Ma uf Amin.

"Ada kelompok yang frustasi untuk meyakinkan hati publik agar pemilih mau memilih kandidatnya, tidak ada lagi yang dijual untuk menandingi ide, gagasan dan kebijakan kandidat yang lainnya," kata Adiyana di Bandung, Selasa(25/2).

Selain bentuk frustasi, Adiyana mengungkapkan proses komunikasi politik yang tidak memegang nilai etika itu, dalam prespektif kampanye adalah kampanye hitam. Menurutnya, mengangkat politik identitas yang ternyata adalah hoaks, merupakan salah satu perusak demokrasi.

"Dalam proses demokrasi, menurut Fukuyama, isu yang dikeluarkan oleh kandidat manapun yang didalamnya ada isu politik identitas, dia akan menghancurkan atau merusak demokrasi," ungkapnya.

Ia menuturkan Jawa Barat merupakan satu diantara tiga provinsi di Indonesia yang dinilai rentan terserang hoax dan kampanye hitam. Ia menambahkan mengacu pada data LIPI, Jabar adalah salah satu provinsi yang mudah terkena hoax dan isu yang dimunculkan itu terkait kriminalisasi ulama, tenaga kerja asing, dan hutang luar negeri.

"Ketika itu dilakukan di salah satu titik di Jabar, ini adalah bagian dari problematika. Terutama masyarakat Karawang yang harus mencerna isi kampanye tersebut, dengan kepala dingin, dan tidak emosional" sambungnya.

Dikatakannya, jika memang terverifikasi ketiga perempuan tersebut adalah relawan resmi dari capres-cawapers nomor urut 02 (Prabowo-Sandiaga), ada indikasi hal tersebut dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif,

Namun, imbuhnya, harus ada penelusuran lebih mendalam oleh pihak Kkpolisian, agar kasus itu dibuka kepublik supaya jelas.

"Ya kalau dilakukan berdasarkan inisiatif pribadi ini tentunya beresiko besar, jadi ada indikasi ini sistematis dan masif, bisa saja seperti itu tapi harus dibuktikan secara gamblang oleh Pihak Kepolisian dan Bawaslu," tandasnya.

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat telah mengamankan tiga wanita yang berada dalam video yang diduga berisi kampanye hitam dan menyudutkan pasangan calon presiden paslon 01, Jokowi-Ma uf. Saat ini ketiga perempuan tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polres Karawang.

Dalam video yang beredar, dua orang perempuan tersebut berbicara dalam bahasa sunda saat kampanye "door to door". Mereka meyakinkan warga bahwa Jokowi akan melarang azan dan membolehkan pernikahan sesama jenis jika menang pada Pilpres 2019. [mae]



 

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Bedanews, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
jasa pembuatan website murah
©2008 Bedanews All right reserved
jasa pembuatan website murah
jasa pembuatan website
beda itu pilihan......beda itu pilihan......    |    TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA.....    |