• Koinku untuk Buku: Gerakan Unik Literasi MTs Negeri 1 Balikpapan

  • Berita  
  • 52 view  
  • 0 comments
  • BALIKPAPAN KALTIM, BEDANEWS.com - Untuk mengatasi kekurangan buku menarik dan bervariasi, ada praktik yang baik yang dilakukan oleh MTs Negeri 1 Balikpapan.

    Madrasah yang merupakan salah satu Madrasah Tsanawiyah terbaik di Balipapan serta mitra program Pelita Pendidikan Tanoto Foundation ini, memiliki sekitar 800 siswa.

    Menurut kepala perpustakaan madrasah, Umi Putri Ibalia, minat baca siswa cukup tinggi, namun sayangnya buku di perpustakaan terbatas khususnya buku yang bisa menarik siswa membaca, dan kebanyakan buku yang ada adalah buku-buku paket pelajaran.

    Untuk terus menjaga dan bahkan meningkatkan minat baca lebih jauh, perlu terobosan pengadaan buku. Dana dari sekolah sangat terbatas karena masih banyak kebutuhan lain yang harus dibiayai.  

    Didukung Aliansi Bikers Sosial Balikpapan, Umi mengadakan terobosan program yang ia sebut dengan nama “Koinku untuk Buku”. Program ini bertujuan mengumpulkan infaq koin sebanyak-banyaknya dari siswa untuk menambah koleksi buku perpustakaan. Koin yang sudah terkumpul kemudian diserahkan ke Aliansi Bikers Sosial Balikpapan untuk pembelian buku.

    Aliansi Bikers Sosial Balikpapan adalah komunitas biker yang aktif melakukan program Gemar Membaca di masyarakat, misalnya mengadakan program Lapak Gemar Membaca di Lapangan Merdeka, Pustaka Baca Keliling, Kampung Baca dan lain-lain.

    “Kerjasama dengan gerakan literasi yang tumbuh dari masyarakat seperti Aliansi Bikers Sosial ini sangat mengutungkan. Selain memperluas jaringan, Harga per bukunya kalau beli dari mereka, lebih murah dibandingkan dengan membeli dari toko buku,” ujar Umi, Senin (27/8/2018).

    Berdasarkan persetujuan dengan sekolah, program “Koinku untuk Buku” dilakukan tiap bulan sekali. Biasanya pada Senin awal bulan, setelah selesai upacara. Para siswa yang telah ditunjuk khusus berkeliling ke semua peserta upacara membawa kotak infak. Minggu sebelumnya para siswa tersebut dihimbau membawa koin yang dibutuhkan.

    “Kita lakukan sekali saja sebulan, karena  senin-senin  berikutnya diadakan kegiatan yang sama, tapi untuk kebutuhan yang lain, “ ujarnya.

    Program dimulai  pada awal bulan Maret 2018 dan  sampai bulan Agustus terlaksana sebanyak dua kali.  “Banyak ujian, hari libur dan kegiatan lain sehingga pelaksanaannya tidak memungkinkan diadakan tiap awal bulan,” ujar Umi.  

    Total  infak dihasilkan dari dua kali kegiatan tersebut kurang lebih 1,5 juta. Dana itu kemudian diserahkan ke Aliansi Bikers Sosial Balikpapan untuk dibelikan buku-buku yang menarik yang ternyata siswa sangat senang membacanya; buku cerita, buku motivasi diri dan sebagainya.  

    Didampingi Dr. H. Sartono, MM Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Balikpapan, Stuart Weston, Direktur Program Pelita Pendidikan Tanoto Foundation, yang baru-baru ini melakukan kunjungan ke sekolah tersebut  menyatakan ketertarikannya dengan program kreatif ini. Ia bahkan ikut mengisi wadah infaq koin tersebut.

    “Sebuah madrasah atau sekolah yang siswanya rajin membaca, akan sangat berbeda dengan sekolah yang siswanya tidak banyak membaca. Banyak membaca akan lebih  memicu munculnya kreatifitas-kratifitas, membuka lebih banyak potensi mereka untuk lebih pintar dan berwawasan,” ujarnya.

    Sartono sendiri berharap program Koinku untuk Buku ini bisa ditiru oleh madrasah-madrasah lain. “Kita mendorong program seperti ini tersebar juga di madrasah-madrasah di kota ini,” ujarnya.

    Menurut Stuart Weston, Program Pelita Pendidikan yang diprakarsai oleh Tanoto Foundation hadir di Kaltim untuk memperkuat inisiasi-inisiasi kreatif program peningkatan minat baca seperti yang dilakukan ibu Umi ini.

    “Program Pelita Pendidikan akan mendorong sekolah mengembangkan berbagai kegiatan literasi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan sekolah. Diantara program yang akan dilakukan  adalah mendorong sekolah mengadakan kegiatan mendekatkan buku dengan siswa  seperti pengembangan sudut baca, taman baca dan lain-lainnya dan membiasakan siswa membaca tiap hari lewat program membaca 15 menit sebelum pembelajaran,” ujar Stuart Weston. (BD/Ajieb)

     

     

    Comments

    Nama  
    Email  
    Komentar  
    Komentar Anda akan muncul setelah disetujui oleh Admin
  • web design by javwebnet